Day Two - A Little Girl (Chapter I)

on Tuesday, May 25, 2010
Hari pertama masuk sekolah. Senang? Tentu saja! Siapa yang tidak senang waktu pertama kali masuk sekolah? Bisa ketemu teman-teman baru, guru-guru yang baik. Di sekolah juga ada taman bermainnya. Tidak sabar, nihhh!

Ketika datang dengan diantar Otou-san, kelas sudah dipenuhi oleh banyak—banyak sekali orangnya! Whoaaa! Tidak sabar untuk segera mengenal dan bermain dengan mereka semua. Tapi, ada satu anak yang langsung menarik perhatiannya.

"Otou-san, rambutnya biru!" teriaknya heboh.

Otou-san cuma menanggapi kehebohannya dengan senyum disertai pesan, baik-baik di sekolah, ya. Menggangguk dengan penuh semangat dan berlari menuju kelasnya.

Sekolah diawali dengan perkenalan oleh guru lalu semua anak di kelas mengikuti. Si rambut birulah, yang paling dia tunggu-tunggu namanya. Riki Cheresute Mikagami. Namanya panjanggggg. Terus nama tengahnya juga anehhhh. Seaneh warna rambutnya yang mencolok sekali diantara rambut-rambut hitam!

* * *

Hari kedua. Hari ini dia ingin berkenalan secara resmi dengan Riki-kun. Kemarin kan mereka cuma masuk bentar. Jadi, belum sempat berkenalan, lagipula Riki-kun sudah dijemput oleh ayahnya yang rambutnya juga biru! Wahhh, kerennn! Nah, hari ini baru sekolah benar-benar dimulai, begitu kata ibu gurunya kemarin.

Dia baru saja meletakkan sepatunya di rak sepatu yang sudah disediakan ketika pekikan dan jeritan terdengar. Ada apa? Tepat ketika dia menoleh, dia melihat seekor kodok loncat ke arahnya. Segera dia menjerit histeris. Benci kodokkk!! Hijau-hijau, jelek, bunyinya ga enak pula!

Ketika akhirnya dia sadar bahwa si kodok sudah pergi, ditatapnya sekelilingnya. Ada apa sih sebenarnya? Eh, itu Riki-kun! Tapi, dia cuma mematung terdiam, menatap rak sepatunya. Beberapa serangga terlihat keluar dari rak sepatu itu. Dari situkah kodok tadi muncul? Didekatinya Riki-kun dengan takut-takut. Bagaimana kalau tiba-tiba ada binatang lain yang keluar? Bagaimana kalau ada ular?

Tapi, belum sempat dia mendekat, Riki-kun sudah bergerak. Dia menutup rak sepatunya dan melangkah menuju kelasnya. Tidak peduli pada anak-anak lain yang sedang melihatnya. Bingung. Dikejarnya Riki-kun sampai ke kelas. Dia sudah ingin menyapa Riki-kun ketika ibu guru masuk dan menyuruh mereka semua duduk.

KYAAAAAAAAAAAA!!!

0 comments: