Showing posts with label About Daily Event. Show all posts
Showing posts with label About Daily Event. Show all posts

Angin dan AC

on Friday, June 24, 2011
Suatu hari, di sebuah ruang kelas dengan empat buah AC yang masing-masing memiliki empat swing, yang bisa disamakan dengan 16 AC . terjadilah peristiwa berikut ini.

Murid-murid: "Pak, dingin, Pak. Kecilin AC-nya, Pak."
Pak Guru: (ngasih remote AC ke salah satu murid dengan tampang polos) "Waduh, saya gak ngerti soal AC nih."
Murid-murid: "Yah, bapak. Matiin aja deh AC-nya, Pak."
Pak Guru: (masih dengan tampang polos) "Lho jangan, saya kepanasan di depan sini. Bisa nggak dibikin anginnya ngarah khusus ke depan aja gitu?"
Murid-murid: "Mana bisa, Pak!"
Pak Guru: (pasang tampang melas) "Gimana dong."
(Salah satu murid yang tadi diserahi remote AC sibuk mengutak-atik arah swing-nya AC tapi masih tak menghasilkan apa-apa)
Pak Guru: "Gini aja deh, yang masuk angin, tulis di kertas: Angin Dilarang Masuk! Terus tempel di dahi!"

Menu yang "Menyenangkan"

on Tuesday, March 23, 2010
Menu beberapa hari yang lalu :
Makan siang :
- Nasi putih
- Labu
- Tempe
- Asap rokok yang luar biasa pekatnya
*Can you do that in other place? I'm eating right now!


Makan malam :
- Nasi putih, habis dalam beberapa kali gigit
- Cumi, cuma 1 sendok
- Telor, hanya beberapa iris
- Martabak, berukuran 8x8 cm
- Sate ati
- Otak-otak tengiri, yang luar biasa kecilnya
*What's with that portion? I didn't feel like I have been eating.

Write again?

on Wednesday, March 17, 2010
Okay, I know that it's fast since my last post 3 days ago. It's not like I have my mood to write something or there is something I want to write =p Honestly, I'm trying to trigger my spirit to write again, to fill this blog again, to make my imagination going wild again..

Hari ini saya merasa seperti kembali menjadi seseorang yang baru saja belajar menulis. Penyebabnya adalah sejak jemari-jemari saya mengenal keyboard komputer, saya mulai melupakan menulis. Mungkin sudah lima tahun berlalu sejak saya kurang tertarik menulis karya saya di lembaran-lembaran kertas menggunakan pensil atau pena. Saya lebih tertarik untuk menarikan jari-jari saya di atas keyboard.

Actually, what I do today is something very simple. Ini hanyalah sebuah cara yang paling mendasar untuk mulai menulis atau menyusun berita tepatnya. Of course, what I talk here is 5W + 1H. Sesuatu yang hampir saya lupakan. Saya masih ingat, ketika pertama kali diberi tugas untuk menulis dengan menggunakan kerangka 5W + 1H, jujur saya kesulitan. Terbiasa menuliskan sesuatu yang fiksi tanpa aturan apapun, ketika diberikan aturan untuk menulis, hal ini membuat kata-kata saya mati. Untungnya, itu hanyalah salah satu bab yang hanya dibahas maksimal 2 pertemuan.

Ketika hari ini saya bertemu mereka lagi, saya merasa kesulitan. Memikirkan isi dari 5W + 1H mungkin cukup mudah. Merangkainya menjadi kalimat yang indah dan enak didengar atau dibaca, di situlah kesulitan saya. Mungkinkah akan jadi lebih mudah kalau saya terbiasa menulis setiap hari? Menulis dengan pena tentunya, bukan keyboard.

Satu hal lagi yang sedikit saya sulit lakukan adalah menulis berita. Okay, I never imagined or dreamed to be a newscaster or journalist. Saya lebih tertarik pada berbagai macam fiksi atau bacaan yang penuh fantasi, yang membuat imajinasi saya mampu melayang jauh. Dan saya tidak bisa menemukan hal itu dalam menulis berita.

Dengan semua alasan itu, jadi kenapa saya ikut-ikutan acara pelatihan jurnalis yang jelas-jelas kurang menarik minat saya? Saya berharap dengan pelatihan ini, minat menulis saya yang sekarang seperti sedang tersaput kabut tebal, bisa cerah kembali. Selain itu, mungkin saya merasa ini merupakan sebuah tantangan?

Anyway, I still don't know how to write without any point of view..

Amal hari ini

on Friday, October 30, 2009
Oke.. Entri kali ini berdasarkan pada peristiwa yang baru saja terjadi kemarin pagi. Yang membuat sang penulis sempat emosi selama beberapa saat.

Mungkin udah sering terdengar, tentang razia KTP yang terjadi secara tiba-tiba (namanya juga razia, masa udah tau kapan?) di beberapa daerah kos-kosan di ibukota Indonesia. Setelah dua tahun merantau di ibukota, baru kali inilah, sang penulis merasakannya sendiri. Dan terjadi benar-benar di saat yang benar-benar tidak tepat.

Tadi pagi, setengah jam sebelum vitamin D dari sinar matahari berakhir, beberapa orang dengan mengenakan seragam biru tua, dengan bahagianya menggedor-gedor tiap pintu yang ada, kecuali pintu kamar mandi tentunya. Setelah dibukakan, mereka dengan sopannya mencoba berbasa-basi untuk meminta KTP dari para empunya kamar. Setelah diberikan, tentu saja, mereka tidak langsung mengembalikannya (Jelas!). Mereka mulai mengeluarkan alasan pertama, kedua, dan selanjutnya untuk menahan KTP-KTP tersebut.

Para empunya kamar yang KTP-nya sudah ditahan, diminta menemui petugas berseragam coklat untuk diberi sehelai kertas putih persegi yang katanya, tanda denda. Petugas itu juga mengatakan bahwa seharusnya, kalau sudah tinggal di Jakarta lebih dari 1x24 jam, diwajibkan untuk lapor ke RT. Petugas tersebut juga memberikan sebuah map yang kelihatannya sakti dengan 6 lembar fotokopian di dalamnya. Isinya? GAJE!

Petugas itu bilang, ini peraturannya kalau tidak percaya. Eh, itu fotokopian, isinya cuma keterangan-keterangan sama peraturan nomer berapa tahun berapa! Dikira anak-anak hukum semua?? Hapal di luar kepala puluhan hukum-hukum?? Swt dah.. ==a Dan lagi, ada tertulis, memberi penyuluhan, bukan merazia lalu mendenda ~__~ Namanya penyuluhan itu kan, dikumpulkan untuk diberitahu, kan? Atau guru PKn saya dulu salah mengajarkan?

Jujur, kejadian ini bikin saya tambah kecewa sama yang namanya petugas hukum ==a Kalo dulu cuma imajinasi-imajinasi yang terbentuk dari berita-berita yang ada. Sekarang, setelah mengalami sendiri? Tentu saja, teramat sangat kecewa.

Tapi, ya sudahlah. Anggap saja amal :D Semoga uang yang sudah diambil dari anak-anak yang bahkan belum bisa mencari uang sendiri itu, dimanfaatkan dengan baik. *Lumayan lho, uang makan sehari, cuy~*