<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247</id><updated>2009-12-19T23:13:05.378+07:00</updated><title type='text'>Noname Country</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default?orderby=updated'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;orderby=updated'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>100</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247.post-5933190826190054204</id><published>2009-10-30T00:59:00.002+07:00</published><updated>2009-10-30T01:21:19.327+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About Daily Event'/><title type='text'>Amal hari ini</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oke.. Entri kali ini berdasarkan pada peristiwa yang baru saja terjadi kemarin pagi. Yang membuat sang penulis sempat emosi selama beberapa saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin udah sering terdengar, tentang razia KTP yang terjadi secara tiba-tiba (namanya juga razia, masa udah tau kapan?) di beberapa daerah kos-kosan di ibukota Indonesia. Setelah dua tahun merantau di ibukota, baru kali inilah, sang penulis merasakannya sendiri. Dan terjadi benar-benar di saat yang benar-benar tidak tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi pagi, setengah jam sebelum vitamin D dari sinar matahari berakhir, beberapa orang dengan mengenakan seragam biru tua, dengan bahagianya menggedor-gedor tiap pintu yang ada, kecuali pintu kamar mandi tentunya. Setelah dibukakan, mereka dengan sopannya mencoba berbasa-basi untuk meminta KTP dari para empunya kamar. Setelah diberikan, tentu saja, mereka tidak langsung mengembalikannya (Jelas!). Mereka mulai mengeluarkan alasan pertama, kedua, dan selanjutnya untuk menahan KTP-KTP tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para empunya kamar yang KTP-nya sudah ditahan, diminta menemui petugas berseragam coklat untuk diberi sehelai kertas putih persegi yang katanya, tanda denda. Petugas itu juga mengatakan bahwa seharusnya, kalau sudah tinggal di Jakarta lebih dari 1x24 jam, diwajibkan untuk lapor ke RT. Petugas tersebut juga memberikan sebuah map yang kelihatannya sakti dengan 6 lembar fotokopian di dalamnya. Isinya? GAJE!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas itu bilang, ini peraturannya kalau tidak percaya. Eh, itu fotokopian, isinya cuma keterangan-keterangan sama peraturan nomer berapa tahun berapa! Dikira anak-anak hukum semua?? Hapal di luar kepala puluhan hukum-hukum?? Swt dah.. ==a Dan lagi, ada tertulis, memberi penyuluhan, bukan merazia lalu mendenda ~__~ Namanya penyuluhan itu kan, dikumpulkan untuk diberitahu, kan? Atau guru PKn saya dulu salah mengajarkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, kejadian ini bikin saya tambah kecewa sama yang namanya petugas hukum ==a Kalo dulu cuma imajinasi-imajinasi yang terbentuk dari berita-berita yang ada. Sekarang, setelah mengalami sendiri? Tentu saja, teramat sangat kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ya sudahlah. Anggap saja amal :D Semoga uang yang sudah diambil dari anak-anak yang bahkan belum bisa mencari uang sendiri itu, dimanfaatkan dengan baik. *Lumayan lho, uang makan sehari, cuy~*&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6455657071115224247-5933190826190054204?l=reachyruch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/5933190826190054204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6455657071115224247&amp;postID=5933190826190054204' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/5933190826190054204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/5933190826190054204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/2009/10/amal-hari-ini.html' title='Amal hari ini'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09366521012154588904'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247.post-3784301359323486770</id><published>2009-10-12T02:49:00.006+07:00</published><updated>2009-10-12T03:20:35.061+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Book'/><title type='text'>Perahu Kertas</title><content type='html'>Yo~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada beberapa pembaca yang sudah pernah merasa membaca dua buah kata yang saya jadikan judul post kali ini. Yap, itu adalah judul sebuah novel yang ditulis oleh Dewi Lestari alias Dee, yang baru saja saya temukan dan segera saya selesaikan beberapa hari kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bermula dari iseng-iseng. Saat itu saya hanya ingin mencari-cari link e-book untuk disertakan dalam proyek saya. Ketika menelusuri judul-judul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;e-book&lt;/span&gt; yang ada, saya melihat sebuah novel berjudul "Perahu Kertas" yang ditulis oleh Dee. Berhubung saya tertarik pada Dee karena novelnya yang berjudul "Supernova : Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh" memiliki tata bahasa dan cara penceritaan yang unik, yang jarang saya temukan pada novelis Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iseng-iseng saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;download e-book&lt;/span&gt; tersebut. Ternyata, hanya dengan membaca kalimat demi kalimat pada halaman pertama, saya langsung jatuh cinta. Saya tidak bisa melepaskan diri dari depan layar komputer hanya untuk membaca novel itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel ini dimulai dari perkenalan terhadap kedua tokoh utama. Keenan adalah seorang pemuda tampan, pandai, yang sudah tinggal selama enam tahun di Amsterdam demi memuaskan keinginannya untuk menjadi seorang pelukis. Hanya saja, sang ayah menolak mentah-mentah keinginan Keenan untuk melukis. Dia memaksa Keenan untuk kuliah jurusan ekonomi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, adalah seorang Kugy, pemudi yang juga akan memulai kuliahnya di universitas yang sama dengan Keenan. Berbeda jauh dengan remaja-remaja perempuan pada umumnya, Kugy tidak pernah memperhatikan penampilannya walaupun wajahnya cantik. Selain itu, dia dijuluki "Mother Alien" oleh teman-temannya karena kesenangannya akan mengkhayalkan berbagai macam hal. Kugy ini mempunyai cita-cita yang tidak biasa, yaitu juru dongeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita pun bergulir diantara mereka berdua. Dari pertemuan mereka, persahabatan mereka, kemelut yang mereka dan teman-temannya alami. Sampai akhirnya tiba pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ending&lt;/span&gt; yang tak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang mengatakan bahwa novel ini "nggak Dee banget". Tentu saja, tidak ada istilah-istilah aneh yang membuat kita harus berpikir keras, seperti saat membaca novel Supernova. Perahu Kertas adalah novel yang beridekan cerita cukup sederhana dengan cara penceritaan yang indah dan luar biasa. Cara Dee menyusun alur cerita dan menuliskannya dengan gaya bahasa yang menyenangkan, membuat novel ini mampu menjerat saya untuk terus membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga, membuat saya gemas setengah mati ketika &lt;span style="font-style: italic;"&gt;e-book&lt;/span&gt; yang sudah saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;download&lt;/span&gt; ternyata hanya menyajikan 10 bab dari 12 bab. Akhirnya, saya berjuang untuk mencari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;e-book full version&lt;/span&gt;-nya, yang untungnya saya temukan dengan sedikit usaha keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, novel ini membuat saya merasa bahwa hidup akan terus berjalan, apapun yang terjadi pada kita. Novel ini pun membuat saya sadar, impian yang bagaimanapun uniknya, bisa terwujud dengan kemauan keras. Hal ini membuat saya yang memang "sedikit" malas, mulai sedikit terpacu semangatnya untuk kembali mengejar impian masa kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(credit : Perahu Kertas - Dewi Lestari)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6455657071115224247-3784301359323486770?l=reachyruch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/3784301359323486770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6455657071115224247&amp;postID=3784301359323486770' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/3784301359323486770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/3784301359323486770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/2009/10/perahu-kertas.html' title='Perahu Kertas'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09366521012154588904'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247.post-1384997939167568360</id><published>2009-09-10T18:25:00.002+07:00</published><updated>2009-09-10T18:32:34.019+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cuap-cuap'/><title type='text'>welcome back!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yo~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama -setahun lebih 2 hari tepatnya-, entah kenapa saia tergoda untuk posting ke blog -yang sudah tak terurus- ini kembali. Hanya sekedar posting iseng-iseng, karena saia sedang tidak punya bahan untuk diceritakan kepada kalian semua =p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mm.. Seperti judulnya, saia hanya ingin mengucapkan "welcome back!" kepada diri saia sendiri atas kembalinya minat saia untuk menulis =p Semoga minat ini diikuti ide untuk melanjutkan cerita yang telah terhenti ini. However, don't hope too much~ hohoho..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6455657071115224247-1384997939167568360?l=reachyruch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/1384997939167568360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6455657071115224247&amp;postID=1384997939167568360' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/1384997939167568360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/1384997939167568360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/2009/09/welcome-back.html' title='welcome back!'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09366521012154588904'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247.post-8382127613315641833</id><published>2008-09-29T20:39:00.002+07:00</published><updated>2008-09-29T20:41:29.467+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reachy&apos;s Life'/><title type='text'>Reachy's Sentence (Epilog)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Setelah piring High Bozz kosong, Reachy mengambil piring kosong itu dan meletakkannya di tempat cuci piring. Lalu, memasukkan sisa ayam panggang dan sup bawang ke lemari es. Ketika Reachy akan mencuci piring, High Bozz langsung menggendong Reachy dan tanpa mempedulikan rontaannya, membawanya ke kamar. Dibaringkannya tubuh mungil itu di tempat tidur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Tidur. Wajahmu pucat,” kata High Bozz sambil menyelimuti tubuh Reachy. Lalu, dia pergi ke dapur dan mulai mencuci piring.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Begitu kembali ke kamar, dia melihat Reachy sedang meringkuk di bawah selimutnya. Didekatinya tubuh mungil itu. Dibalikkannya tubuh Reachy sampai menghadap ke arahnya. Dan wajah Reachy yang dibanjiri air mata menyambutnya. Reachy menangkis tangan High Bozz yang menyentuhnya. Tapi, sebelum Reachy bisa berbalik lagi, High Bozz sudah memasukkan tubuh kecil itu ke dalam pelukannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Reachy memukul-mukul histeris ketika dia sadar High Bozz memasuki pikirannya. Tapi, High Bozz tahu, dalam kehisterisannya, Reachy takkan mampu mengusir High Bozz dari dalam pikirannya ataupun memblokir pikirannya sendiri. Dan High Bozz melihat mimpi buruk yang membuat istrinya ini terbangun tadi. Mimpi buruk yang sudah sering dilihatnya di pikiran Reachy. Mimpi yang sama yang menghantuinya berkali-kali sejak kematian Toxin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Di mimpi itu, Reachy berdiri sendirian dengan sebuah pedang di tangannya dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;darah orang lain membasuh tubuhnya. Lalu, di sekitarnya ada mayat orang-orang yang disayangi Reachy. Setelah kematian Toxin, orang yang ada dalam mimpinya hanya beberapa seperti Vena, Vez, Leonce, dan orang tuanya. Tapi, semakin lama, bahkan sampai sekarang, orang-orang di mimpinya terus bertambah. Itupun ditambah dengan cara-cara Reachy akan membunuh mereka. Renace, Pinxe, Li, Rexie, Evania, psikolog yang merawatnya, sekretarisnya, dan masih banyak lagi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Biasanya, kalau dia melihat mimpi itu di pikiran Reachy, dia pasti akan memaki-maki Reachy, memarahinya dengan umpatan-umpatan kemarahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Sudah kubilang, buang rasa manusiawimu! Kau tidak perlu itu! Lihat sendiri, kan?! Kau jadi menderita sendiri!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Reachy sendiri sedang tidak mau dihukum malam itu, karena itu dia meronta keras-keras ketika High Bozz memasuki pikirannya. Mimpi buruk tadi rasanya menambah malamnya yang buruk. Dia sudah capek menunggu High Bozz seperti biasanya. Dan dia tidak mau mengakhiri malam ini dengan terbaring telanjang dengan luka-luka di sekujur tubuhnya!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tapi, entah kenapa, kali ini High Bozz sama sekali tidak ingin memarahi Reachy. High Bozz sendiri heran ketika dia mengecup kening Reachy, memeluknya dengan lembut tanpa nafsu apapun. Bahkan ketika mendapati Reachy tertidur lelap, High Bozz sendiri heran. Reachy jarang bisa tertidur selelap ini dalam pelukannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Padahal saat pulang tadi, yang ingin dilakukannya adalah menikmati Reachy sampai puas, sampai pagi. Juga tentang mimpi buruk Reachy itu. Pasti bukan karena air mata Reachy yang membuatnya melunak seperti ini. Biasanya kalau melihat mimpi itu, Reachy juga pasti akan menangis seperti saat ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Apa yang membuatnya jadi selunak ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;== *^*^* ==&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Apa yang harus kulakukan setelah ini? Aku tidak pernah berpikir bahwa aku akan bebas. Hidup itu benar-benar misteri. Dulu aku merasa hidupku sudah hancur berantakan setelah kematian dokter Toxin. Tapi, sekarang Tuhan memberikan selembar kehidupan baru untuk kuisi. Bolehkah kuisi lembar itu dengan warna-warna cerah yang menyenangkan, Tuhan?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6455657071115224247-8382127613315641833?l=reachyruch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/8382127613315641833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6455657071115224247&amp;postID=8382127613315641833' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/8382127613315641833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/8382127613315641833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/2008/09/reachys-sentence-epilog.html' title='Reachy&apos;s Sentence (Epilog)'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09366521012154588904'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247.post-5198594954407915274</id><published>2008-09-28T16:02:00.002+07:00</published><updated>2008-09-28T16:07:07.512+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reachy&apos;s Life'/><title type='text'>Reachy's Sentence (Part XV)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Hari itu, High Bozz pulang larut malam karena ada masalah-masalah tak terduga yang harus diselesaikan hari itu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; Setiba di rumah Ketua Spyder, lampu-lampu tampak masih menyala terang. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 1 pagi. Tempat tidur pun kosong, tidak tampak tanda-tanda bekas ditiduri. High Bozz pun masuk ke dapur yang juga masih menyala terang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Di sana, istrinya yang mungil itu tampak tertidur di meja makan yang di atasnya sudah terhidang ayam panggang ala Reachy dan semangkuk besar sup bawang. Ayam panggang dan sup itu pasti sudah bosan menunggu dimakan. Dan High Bozz baru teringat bahwa dia lupa memberitahu Reachy tentang masalah yang mendadak harus diselesaikannya. Dia menggaruk-garuk kepalanya dan membatin, sudah kubilang, suruh koki saja!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;High Bozz baru akan menggendong Reachy ketika anak itu terbangun. Sepertinya, dia terbangun karena mimpi buruk. Wajahnya masih tampak &lt;i style=""&gt;shock&lt;/i&gt;. Tapi, begitu melihat High Bozz, &lt;i style=""&gt;shock&lt;/i&gt; di wajahnya langsung lenyap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;”Kau sudah pulang?” tanya Reachy. Lalu, matanya beralih ke jam dinding yang tergantung di dapur itu. “Ah, biar kumasukkan ke kulkas.” Reachy sudah beranjak untuk membereskan makanan yang sudah dihidangkannya 4 jam yang lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Tidak usah. Tolong hangatkan,” kata High Bozz sambil menarik kursi dari bawah meja makan dan duduk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Gerakan Reachy berhenti sesaat. Dia menatap High Bozz kaku. Tapi, sedetik kemudian, dia melanjutkan kegiatannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Kau sudah kenyang, kan?” tanya Reachy sambil menunjuk dada High Bozz.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mata High Bozz mengikuti tunjukan Reachy. Di bagian dada kemejanya yang putih tampak noda berwarna coklat. Sial, umpat High Bozz, pasti gara-gara saus ayam tadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;High Bozz berdiri dan mencengkeram lengan Reachy yang sudah hampir mengangkat piring tempat dihidangkannya ayam panggang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Hangatkan saja, akan kumakan. Oke?” kata High Bozz sambil mengecup leher Reachy. Masih bisa dirasakannya wangi saus buatan Reachy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Akhirnya, Reachy pun menyerah dan menghangatkan semua makanan itu. High Bozz pun memakan semua makanan itu dengan lahap biarpun tadi perutnya sudah diisi spaghetti buatan koki AO di rumahnya. Reachy cuma menatap High Bozz dengan tatapan melamun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Nggak makan?” tanya High Bozz.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Nggak lapar,” jawab Reachy pendek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Masih marah karena aku nggak bilang akan pulang malam?” tanya High Bozz lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Reachy menggeleng. High Bozz menatapnya bingung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Jangan baca pikiranku,” kata Reachy tajam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Oke,” sahut High Bozz cepat. Lalu, dia kembali menghadapi ayam panggangnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6455657071115224247-5198594954407915274?l=reachyruch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/5198594954407915274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6455657071115224247&amp;postID=5198594954407915274' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/5198594954407915274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/5198594954407915274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/2008/09/reachys-sentence-part-xv.html' title='Reachy&apos;s Sentence (Part XV)'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09366521012154588904'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247.post-4317184737363368147</id><published>2008-09-25T05:51:00.001+07:00</published><updated>2008-09-25T05:58:17.747+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reachy&apos;s Life'/><title type='text'>Reachy's Sentence (Part XIV)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Itu tidak masalah,” kata seseorang yang sudah maju ke depan. “Entah dia sudah melakukan ritual ini sekali atau dua kali. Itu tidak ada bedanya. Kau protes karena ini kedua kalinya ia melakukan ritual ini. Bagaimana kalau ini ketiga kalinya? Akankah kau protes sambil menunjuk-nunjuk mayatnya?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sekarang, semua mata menatap pada laki-laki itu. Dia adalah hakim ketua yang memimpin persidangan Reachy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tidak ada jawaban dari si penarik. Hakim ketua itu pun bicara lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Nah, dengan begini, hukuman sudah selesai dilaksanakan. Selamat atas keberhasilan ritualmu dan selamat untuk kebebasanmu,” kata hakim ketua itu sambil menyalami Reachy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Ah, ya. Makasih,” sahut Reachy gugup. Dia tidak menyangka hakim ketua ini akan membelanya. Atau bukan membela, orang ini hanya melaksanakan tugasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Orang-orang mulai bubar. Hakim ketua itu juga sudah beranjak pergi. Para penarik pun pergi dengan ekspresi kesal, marah, dan kecewa bercampur jadi satu. Tinggallah Reachy, teman-temannya, keluarganya, Kanata, dan Reinhart.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Nah, bisa jelaskan pada kami?” tanya Vez.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Aku pernah menjalani ritual ini delapan tahun yang lalu. High Bozz yang melakukannya. Saat itu, dia juga menyimpan kekuatanku di tubuhnya selama dua hari. Apa maksudnya itu?” tanya Reachy sambil menatap Renace, Li, dan Pinxe.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Sepertinya High Bozz tahu, suatu saat kau akan dihukum seperti ini,” kata Renace. “Ritual pertama cukup beresiko untuk dilakukan. Kalau konsentrasi tidak terpusat dan daya tahan si ditarik tidak kuat, bisa beresiko kematian. Kurasa kau mengalami dua-duanya saat ritual pertamamu, Re. Luar biasa sebenarnya kau masih hidup sekarang ini.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Bagaimana kau tahu, aku mengalami dua-duanya?” tanya Reachy bingung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Bisa dilihat koq. Saat kekuatanmu ditarik, ada sedikit gambaran saat itu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Nah, ritual yang paling menyenangkan adalah ritual yang kedua,” jelas Li. “Kalau ritual pertama hanya tarik dan kembalikan. Ritual kedua, selain tarik dan kembalikan, juga ada satu fase, yaitu, peningkatan kekuatan itu. Kekuatan yang biasanya mungkin tersegel, akan terbebas. Kurasa High Bozz sudah merencanakan ini. Dia membuatmu pasti selamat kalau mendapat hukuman ini. Tanpa pengembalian pun, kekuatan untuk bertahan hidupmu tetap akan lebih baik daripada saat penarikan ritual pertama. Kalau High Bozz yang menahan kekuatanmu dua hari, kurasa itu hanya digunakan untuk mengukur daya tahanmu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Yang bahaya adalah setelah itu,” lanjut Pinxe. “Resiko kematian untuk ritual ketiga, keempat, dan seterusnya, kalau memang bisa,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sangatlah tinggi. Sejauh ini, yang kutahu, belum ada yang bisa melewati ritual keempat. Ritual-ritual setelah ritual kedua memang juga membuka kekuatan-kekuatan tersegel lainnya. Tapi, segel yang terbuka akan sangat banyak, akibatnya tubuh pun terbebani. Hal ini bisa berakibat fatal.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Aku tahu itu,” kata Reachy. “Aku pernah mengalaminya.”&lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Mungkin saja. Kekuatanmu memang terlalu besar, Re,” kata Renace.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hening sejenak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Hoam… Aku lapar. Makan, yuk,” ajak Evania. Dia mengelus-elus perutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Yuk! Sekalian perayaan bebasnya Reachy!” seru Renace sambil merangkul Evania. Evania balas merangkulnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Reachy kaget setengah mati melihat keakraban kedua manusia itu. Sedangkan, Renace dan Evania hanya tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi kaget Reachy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Makan apa, ya?” gumam Evania.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mereka semua sudah larut dalam kegembiraan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6455657071115224247-4317184737363368147?l=reachyruch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/4317184737363368147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6455657071115224247&amp;postID=4317184737363368147' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/4317184737363368147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/4317184737363368147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/2008/09/reachys-sentence-part-xiv.html' title='Reachy&apos;s Sentence (Part XIV)'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09366521012154588904'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247.post-5132756715128379149</id><published>2008-09-23T21:52:00.002+07:00</published><updated>2008-09-23T22:23:42.103+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reachy&apos;s Life'/><title type='text'>Reachy's Sentence (Part XIII)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;“Nah, sekarang, kau tidak mau melepaskan kekuatan itu? Kau bisa mati karena tidak sanggup menyimpan kekuatanku, kan?” tanya Reachy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;“Brengsek!! Kau sudah tahu ini dari awal, kan? Karena itulah kau menyetujui hukuman ini! Kau tahu kekuatanmu bisa kembali!!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Hampir semua orang sekarang menatap Reachy. Benarkah itu? Reinhart benar-benar tidak percaya akan hal itu. Dia yang mengajukan usul itu. Reachy sendiri tidak terlalu berminat pada hukuman itu. Tapi, tidak tanggapan apapun dari Reachy terhadap pernyataan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Penarik yang tampak kesakitan itu mengumpat pelan ketika asap biru yang sama seperti tadi, mengalir keluar dari tubuhnya. Kekuatan yang terlepas itu langsung mencari pemilik yang sebenarnya. Reachy bisa merasakan tubuhnya terasa hangat ketika asap itu menyusup masuk ke tubuhnya. Perlahan, wajah Reachy yang tadi sepucat tembok, mulai berwarna lagi. Tidak bisa dipungkiri, Reachy menikmati hal ini. Kekuatannya kembali. Rasanya menyenangkan sekali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Dia sebenarnya ingin menolak usulan Reinhart saat itu. Dia tidak bisa membayangkan peristiwa delapan tahun yang lalu itu akan terulang lagi. Tidak bisa apa-apa, untuk bernapas saja sulit. Tumor ganas yang saat itu mendekam di paru-parunya memang tidak pernah hilang. Tumor itu hanya terhenti pertumbuhannya oleh kekuatannya. Tapi, tumor itu tidak pernah hilang bahkan sampai sekarang. Tanpa kekuatannya, sama artinya dengan menanti ajal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Tapi, kalau dia menolak usulan Reinhart, entah kapan dia bisa baru keluar dari penjara. Dulu dia memang tidak ingin keluar. Ingin seumur hidup dalam penjara, karena itu pasti lebih menyenangkan. Tidak perlu menerima tatapan sinis dari setiap orang yang melihatnya. Tidak perlu merepotkan orang tuanya lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Walaupun Reachy inginnya begitu, orang tuanya sepertinya lebih senang direpotkan. Mereka ingin Reachy cepat pulang. Mereka ingin anak mereka ada di rumah, bukan di penjara. Dan lagi, Fox sepertinya ingin sekali pergi kencan lagi dengan Reachy. Kencan, bukan kunjungan singkat di ruang jenguk. Teman-temannya juga begitu. Lebih-lebih adiknya. Dia berkali-kali datang menjenguknya dengan membawa segunung PR.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;“Ritual ini harus diulang!” seru salah satu si penarik yang tadi hanya menatap dari belakang peristiwa pengembalian kekuatan tadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Seruan itu mengembalikan Reachy kembali ke alam sadarnya. Diulang? Kejadian menyakitkan seperti itu harus diulang?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Beberapa orang langsung berbisik-bisik. Ada yang setuju dan ada yang tidak. Reinhart maju dan bicara mengatasi keributan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;“Kurasa itu tidak perlu. Vonis yang diterimanya menyebutkan dengan sangat jelas bahwa ritual ini hanya akan dilakukan sekali. Entah berhasil atau tidak. Atau bagimu, ritual ini adalah ritual untuk membunuh orang berkekuatan?” tanya Reinhart tajam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;“Tapi, ini curang!! Dia sudah pernah melakukan ritual penarikan dan pengembalian!!” seru si penarik itu tidak terima. Jari telunjuknya terarah pada Reachy. Reachy memang sudah menduga, hal itu bisa diketahui.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;“Memangnya kenapa?” tanya Reinhart tegas. ”Hukuman sekarang tidak ada hubungannya dengan masa lalu!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;“Tapi, dia memang akan baik-baik saja!! Tidak akan terjadi satupun hal yang buruk padanya! Karena itu, dia mau menerima hukuman ini!!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;“Tidak ada hubungannya!!” balas Reinhart tegas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;“Tap—"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6455657071115224247-5132756715128379149?l=reachyruch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/5132756715128379149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6455657071115224247&amp;postID=5132756715128379149' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/5132756715128379149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/5132756715128379149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/2008/09/reachys-sentence-part-xiii.html' title='Reachy&apos;s Sentence (Part XIII)'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09366521012154588904'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247.post-8732536241144954566</id><published>2008-09-20T20:43:00.001+07:00</published><updated>2008-09-20T20:46:02.934+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reachy&apos;s Life'/><title type='text'>Reachy's Sentence (Part XII)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hanya dalam dua menit, mantra yang dilantunkan para jubah hitam itu sudah menimbulkan efeknya. Semua penonton yang seedang menonton bisa melihat sesuatu seperti asap tapi sedikit lebih padat berwarna biru muda, keluar dari sekujur tubuh Reachy. Awalnya memang hanya sedikit. Asap yang keluar akan melayang naik dan karena warnanya sewarna dengan langit, asap itu pun terlihat lenyap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tapi lama kelamaan, asap itu rasanya makin banyak keluar dari tubuh Reachy. Dan efek dari keluarnya asap itu benar-benar terlihat. Reachy tampak lelah sekali. Kepalanya tertunduk dan nafasnya memburu. Keringat membasahi seluruh tubuhnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Li,” panggil mamanya Reachy cemas. Li menoleh. Tapi, tatapan wanita itu tidak beralih sedikitpun dari anaknya. “Apa yang akan terjadi setelah semua ini selesai?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Reachy tidak akan punya kekuatan apapun. Dia akan jadi manusia biasa. Dia juga tidak bisa menggunakan pedangnya lagi. Benar-benar manusia,” kata Li sambil mengalihkan tatapannya kembali pada adiknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Setelah 45 menit, semuanya berakhir. Salah satu dari ketiga jubah hitam itu mengkonfirmasikan bahwa penarikan kekuatan Reachy sudah selesai dan berakhir. Li langsung berlari menerobos pagar manusia yang dibuat oleh polisi. Dipeluknya tubuh Reachy yang sudah sepertinya sudah kesulitan untuk berdiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Kanata! Kuncinya!” seru Li cemas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kanata langsung berlari dan membuka kunci borgol Reachy. Tubuh Reachy sekarang benar-benar bertumpu pada kakaknya. Wajahnya yang pucat pasi membuat Li cemas setengah mati. Reachy terbatuk-batuk kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Kau tidak apa-apa, Reachy?” tanya Renace yang juga sudah berlari menghampiri Li dan Reachy, diikuti semua teman-temannya dan keluarga Reachy. Renace ikut membantu Li memapah Reachy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Reachy cuma menggeleng pelan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Kita sudah menyiapkan ambulans. Bertahanlah. Oke?” kata Pinxe menyemangati Reachy. Reachy mengangguk lemah dan memaksakan sepotong senyum di wajahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tapi, sesaat kemudian, Reachy berhenti. Renace dan Li yang memapahnya saling berpandangan bingung. Reachy dengan bertumpu pada Li dan Renace berbalik menghadap tiang besi tempat dia diborgol tadi. Teman-teman dan keluarga Reachy mengalihkan pandangan dengan heran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Di balik tiang besi itu, tampak seorang penarik yang jatuh berlutut dan tampak kesakitan. Di sisinya, seorang temannya tampak cemas melihat temannya itu. Tiba-tiba saja, Reachy melangkah menghampiri mereka berdua. Li dan Renace yang menyadari Reachy berjalan sendiri, terkejut bukan main. Tadi Reachy sudah hampir tidak bisa berjalan! Tapi, sekarang dia melangkah dengan mantap ke arah kedua orang itu. Apa-apaan ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Kenapa dia?” tanya Reachy pada si penarik yang sedang mencemaskan temannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Penarik itu menatap Reachy dengan ekspresi ketakutan. “Pergi kau! Jauhi kami!” seru orang itu kalut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Reachy? Ada apa?” tanya Li bingung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Reachy tidak menggubris ucapan kakaknya. Dia malah semakin mendekati kedua penarik itu. Dia tahu sekali apa yang dialami salah satu penarik yang terlihat kesakitan itu. Dua hari penuh, dia cuma bisa tergolek lemah di tempat tidur. High Bozz melarang Reachy untuk terlelap sedetik pun. Selama itu, satu-satunya aktivitas yang bisa dilihat olehnya adalah High Bozz yang bekerja terus-terusan, menyelesaikan pekerjaannya dan pekerjaan Reachy. Reachy juga bisa melihat, High Bozz tidak bekerja dalam kondisi fit. Dia tampak amat sangat kelelahan, padahal pekerjaan-pekerjaan yang diselesaikann tidak akan membuatnya selelah itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Kau menyimpan kekuatanku, kan?” tanya Reachy langsung pada si penarik yang tampak kesakitan. Tidak ada sanggahan ataupun jawaban ya dari kedua orang itu. “Vonis yang kuterima sepertinya, tarik dan hancurkan. Kenapa disimpan?!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Berisik!” tukas penarik itu kesal. “Memang itu yang seharusnya dilakukan! Itu cara kami untuk bertambah kuat! Kami sudah biasa menyimpan kekuatan yang kami tarik! Dia tidak pernah sampai seperti ini!! Dasar monster!!!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Reachy menatap mereka datar. Dia tersenyum tipis. “Kalian hanya tidak tahu batas kemampuan kalian.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Apa yang kau inginkan saat itu, High Bozz? Menarik kekuatanku, menyimpannya dalam tubuhmu sendiri, tapi lalu kau mengembalikannya kembali padaku. Apa kau ingin menyimpan kekuatanku untuk dirimu sendiri? Kau mengembalikannya padaku karena tak sanggup menyimpan kekuatan itu lama-lama. Atau karena kau tidak tega melihatku yang tidak bisa bergerak tanpa kekuatanku, sehingga kau kembalikan kekuatan itu? Atau ada tujuan lain?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6455657071115224247-8732536241144954566?l=reachyruch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/8732536241144954566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6455657071115224247&amp;postID=8732536241144954566' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/8732536241144954566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/8732536241144954566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/2008/09/reachys-sentence-part-xii.html' title='Reachy&apos;s Sentence (Part XII)'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09366521012154588904'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247.post-1188661612878786188</id><published>2008-09-17T10:20:00.001+07:00</published><updated>2008-09-17T10:24:03.283+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reachy&apos;s Life'/><title type='text'>Reachy's Sentence (Part XI)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Apa yang mau kau lakukan?!” seru Reachy marah. Dia menarik borgolnya keras-keras, berusaha memutuskan borgol itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ruangan tengahnya yang dulu terisi sofa dan meja kecil beserta rak-rak tempat menaruh hiasan-hiasan kecil, sekarang sudah berubah total. Tidak ada lagi barang-barang itu. Ruang tamunya sekarang hanya berisi satu pilar besi bercat hitam yang tertancap di tengah-tengah ruang tengahnya. Reachy yang capek karena baru pulang dari tugasnya di Itali, tentu saja marah mendapati ruang tengahnya sudah berubah total.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tapi, ketika Reachy mendekati High Bozz dengan kemarahannya, High Bozz malah menggendongnya paksa dan memborgolnya pada tiang besi itu. Lalu, dengan tenangnya, High Bozz menutup pintu depan, menguncinya rapat-rapat dan mengubah kode untuk masuk ke rumah itu. Lalu, dia menggambar lingkaran dengan bintang dan simbol-simbol aneh di lantai mengelilingi Reachy. Dia seperti tidak terganggu dengan jeritan-jeritan marah Reachy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Setelah hampir satu jam melakukan persiapan-persiapan yang tidak dimengerti Reachy, akhirnya High Bozz selesai. Dia menatap Reachy dengan senyum manis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Sudah capek teriak-teriak, Sayang?” tanya High Bozz sambil tertawa kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Reachy menatap High Bozz dengan jengkel. “Apa yang mau kau lakukan sebenarnya?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Diamlah, konsentrasi untuk memisahkan kekuatanmu. Maka kau akan tahu. Oke?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Reachy menatap High Bozz kesal. Tapi, toh dia menurut ketika melihat High Bozz mulai melantunkan sesuatu seperti mantra dalam bahasa yang tidak dimengerti Reachy. Peristiwa itu terjadi selama 45 menit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tapi, Reachy yang masih dalam kondisi &lt;i style=""&gt;jetlag &lt;/i&gt;ditambah kelelahannya gara-gara perjalanan jauh, membuat Reachy tidak bisa berkonsentrasi penuh. Beberapa kali konsentrasinya buyar. Apapun yang dilakukan High Bozz sekarang, hal itu tidak membuat tubuhnya lebih baik. Dia merasa energinya direnggut perlahan-lahan. High Bozz yang tahu Reachy kesulitan berkonsentrasi, membantu anak itu melakukannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Begitu semua itu selesai, High Bozz menghembuskan napas lelah. Tapi, kondisi Reachy benar-benar memburuk. Tubuh kecil itu sudah terduduk lemas dan dia terbatuk-batuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Sabar, sedang kulepaskan,” kata High Bozz sambil membuka borgol di tangan Reachy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tapi, begitu melihat wajah Reachy, perut High Bozz langsung merasa mulas. Reachy batuk darah. Wajahnya pun sepucat tembok. Dan dia tidak menjawab panggilan High Bozz berkali-kali. High Bozz langsung menggendong Reachy ke kamar dan membaringkannya di atas tempat tidur. Dia langsung membantu pernapasan Reachy yang terlihat sesak dengan tabung oksigen. Dia juga memasang beberapa macam alat lainnya untuk mempertahankan kesadaran Reachy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Hei,” panggil High Bozz pelan. Dibelainya rambut Reachy dengan lembut. Reachy masih belum sadar. Atau mungkin dia sadar, hanya saja dia tidak sanggup untuk membuka matanya. Tidak punya kekuatan sedikitpun untuk membuka mulutnya menjawab panggilan High Bozz.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dan High Bozz begitu cemas melihat Reachy yang tidak kunjung membuka matanya setelah satu jam berlalu. High Bozz memang memperkirakan kondisi Reachy akan langsung menurun drastis setelah kekuatannya ditarik keluar. Apalagi tadi Reachy kesulitan untuk berkonsentrasi. Tapi, dia sama sekali tidak mengira akan sedrastis ini!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Reachy jelas-jelas sangat kesulitan untuk bernapas. Nafasnya masih terdengar memburu. Paru-parunya memang mulai rusak sejak kematian Toxin. Anak itu menjadi pecandu rokok dalam taraf yang sudah masuk keterlaluan. Dia sudah seperti cerobong asap kereta api yang terus mengeluarkan asap dari mulutnya. Ketika Leonce berhasil menghentikan kebiasaan buruknya itu, sudah terlambat. Sudah ada tumor jahat yang bersemayam di paru-paru Reachy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tapi, ketika hampir dioperasi, entah bagaimana tumor itu lenyap tak berbekas. Dan kondisi Reachy langsung pulih seperti sediakala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Satu jam kemudian, High Bozz melihat Reachy menggerakkan tangannya. Matanya juga mulai terbuka. Reachy masih belum bisa bicara. Untuk bernapas saja dia sudah kesulitan, apalagi bicara. Tapi, High Bozz begitu gembiranya melihat Reachy sadar, sampai dia ingin menciumi Reachy, memeluknya sampai puas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Alasan kenapa High Bozz begitu cemas, padahal dia sudah sedemikian sering menyakiti Reachy sampai anak itu menemui ajalnya, adalah karena Reachy sudah kehilangan kekuatannya. Tanpa kekuatan, seandainya Reachy mati, dia takkan bisa hidup lagi! Dan High Bozz benar-benar tidak ingin anak itu pergi meninggalkannya untuk selamanya!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6455657071115224247-1188661612878786188?l=reachyruch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/1188661612878786188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6455657071115224247&amp;postID=1188661612878786188' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/1188661612878786188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/1188661612878786188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/2008/09/reachys-sentence-part-xi.html' title='Reachy&apos;s Sentence (Part XI)'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09366521012154588904'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247.post-1613967672310480108</id><published>2008-09-12T12:15:00.002+07:00</published><updated>2008-09-12T12:18:18.064+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reachy&apos;s Life'/><title type='text'>Reachy's Sentence (Part X)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Seperti yang sudah diduga Reinhart, permohonannya untuk melakukan hukuman kuno itu berjalan mulus. Vonis itu pun dijatuhkan pada Reachy. Reinhart memang tampak senang. Tapi, tidak semuanya seceria saat mereka bergembira karena tuntuntan jaksa bukanlah hukuman mati. Beberapa tampak ragu, Reachy akan hidup. Vez, Evania, Rexie, orang tuanya, dan Kanata merupakan sebagian dari orang-orang yang cemas. Mereka tidak tahu harus bersyukur atas vonis itu, atau malah merasa berduka cita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Hukuman itu akan dijalankan minggu berikutnya. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Dan sementara itu, Reachy melakukan perpisahan kecil dengan teman-temannya di penjara. Reachy memang cukup terkenal di penjaranya. Mereka semua sebagian besar kagum pada Reachy walaupun ada beberapa orang yang takut padanya. Tapi, ada juga yang langsung “menyukai” Reachy dari awal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Hal itu mungkin karena di awal masuk penjara, Reachy tampak pasrah mau diapakan saja. Saat makan bersama, beberapa kali ada segerombolan tahanan yang ditakuti, mengganggu Reachy dengan menumpahkan makanannya, sehingga Reachy tidak dapat jatah. Tapi, Reachy tidak tampak marah, dia hanya diam dan duduk di sisi teman satu selnya tanpa melahap makanan apapun, biarpun temannya itu sudah membagi makanannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Di lain waktu, saat istirahat, mereka juga masih mengganggu Reachy. Beberapa kali mereka iseng memukuli Reachy, memeluknya, bahkan meremas pantatnya. Tapi, Reachy tidak bereaksi apa-apa. Dia baru bereaksi ketika salah satu teman tahanannya diganggu. Sejak itu, hubungan Reachy dan gerombolan tadi, jadi aneh. Mereka berteman tapi terkadang gerombolan itu masih iseng mengganggu Reachy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Sejak pengacara Reachy diganti Reinhart, Reachy yang awalnya tidak berniat melakukan apa-apa lagi dan tidak peduli apa yang akan terjadi padanya, mulai balas mengisengi gerombolan iseng tadi. Dia jadi lebih ceria dan teman-temannya di penjara pun senang dengan perubahan Reachy. Reachy yang hanya diam dan menatap datar pada siapapun itu, rasanya menyeramkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;== *^*^* ==&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Semua persiapan untuk mengambil kekuatan Reachy semuanya sudah beres. Reachy sudah bertemu dengan tiga orang berjubah hitam yang akan melakukannya. Katanya, mereka profesional dari luar negeri. Reachy merasa heran dengan “dari luar negeri” itu. Saat hanya bicara bertiga, mereka bicara dalam bahasa yang tidak dimengerti Reachy tapi dikenalnya. Itu bahasa daerah dari sebuah komunitas kuno dari dalam negeri. High Bozz pernah mengajari sedikit bahasa itu pada Reachy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Teman-teman dan keluarga Reachy datang untuk mendampinginya. Orang tua, adiknya, Rexie, dan Vez tampak sangat cemas. Li, Renace, dan Pinxe sudah menjelaskan apa yang akan dilakukan pada Reachy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Reachy harus berkonsentrasi penuh untuk memisahkan kekuatannya untuk bertahan hidup dengan kekuatannya yang berlebih, yang akan ditarik keluar oleh ketiga orang jubah hitam itu. Seandainya, konsentrasi Reachy buyar, kekuatannya akan tercampur lagi, dan mungkin saja, semua kekuatannya akan tertarik keluar. Dan kalau seorang manusia kehilangan kekuatannya untuk bertahan hidup, tentu saja dia akan meninggal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Tapi, selain faktor konsentrasi si ditarik, para penarik juga harus konsentrasi untuk menarik kekuatan yang benar. Selain itu, setelah ditarik, kekuatan itu harus ditampung di wadah yang sesuai dengan kekuatan itu. Itu kalau kekuatan itu untuk disimpan dan dikembalikan lagi. Tapi, karena vonis yang diterima Reachy adalah tarik dan hancurkan, begitu keluar, kekuatan itu akan segera dihancurkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Orang-orang sudah ramai untuk menonton pelaksanaan hukuman itu. Ketiga orang berjubah hitam itu sudah menggambar lingkaran dengan bintang dan simbol-simbol aneh di tanah yang mengelilingi sebuah tiang besi. Setelah mengatur para penonton untuk mundur dengan jarak 10 meter dari lingkaran aneh itu, ritual pun akan dimulai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Reachy sudah berdiri di tengah lingkaran, bersandar pada tiang besi itu. Salah satu dari ketiga penarik itu, memasang borgol di tangan Reachy yang membuat Reachy takkan bisa pergi kemana-mana, kecuali tiang besi itu dicabut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ketiga penarik itu sudah berada pada tempatnya dan mereka mulai melantukan mantra-mantra aneh dalam bahasa yang tidak dimengerti oleh Reachy. Tapi, bukan berarti dia tidak pernah mendengarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6455657071115224247-1613967672310480108?l=reachyruch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/1613967672310480108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6455657071115224247&amp;postID=1613967672310480108' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/1613967672310480108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/1613967672310480108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/2008/09/reachys-sentence-part-ix_12.html' title='Reachy&apos;s Sentence (Part X)'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09366521012154588904'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247.post-6090893243299418280</id><published>2008-09-10T16:31:00.001+07:00</published><updated>2008-09-10T16:33:26.758+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reachy&apos;s Life'/><title type='text'>Reachy's Sentence (Part IX)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Bagaimana caranya kau membebaskanku?” tanya Reachy pada kunjungan Reinhart berikutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Hm… Pura-pura gila?” tanya Reinhart dengan tampang serius yang disambut jitakan di kepalanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Cuma cara itu yang bisa dikatakan oleh seorang pengacara sekaliber kau?” sindir Reachy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Bercanda, Bos. Ada satu cara sebenarnya yang bisa membebaskanmu dalam waktu singkat.” Reachy menaikkan alisnya ingin tahu. Dia memang tidak pernah tertarik pada hukum, tapi dia tahu tidak ada hukum yang bisa membebaskan seorang pembunuh yang sudah membunuh 50 orang, dalam waktu singkat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Hmm... Ini hukum yang aneh menurutku. Hukum kuno kalau menurut buku di perpustakaan kota. Waktu kuliah pun hanya disebut sekali,” kata Renace sambil membuka sebuah buku tebal yang terlihat kuno. “Yah, disebutkan di sini, hukum ini digunakan di suatu wilayah tertentu sekitar dua ribu tahun lalu. Tapi, entah kenapa beberapa abad berikutnya, hukum ini seperti lenyap ditelan bumi. Mungkin karena garis keturunan para pelaksana hukum saat itu punah. Tapi, anehnya, seorang hakim di sebuah desa kecil pada tahun 1805, menggunakan hukum ini untuk mengadili seorang kriminal. Padahal hukum ini tidak pernah tertulis di kitab manapun saat itu. Setelah itu, karena dituding aneh dalam melakukan pengadilan, hakim saat itu pun menuliskan hukum yang digunakannya untuk menghukum kriminal tersebut.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Hei, hei, Rein. Kau sedang membicarakan sebuah hukum yang tidak terlacak untuk membebaskanku?” tanya Reachy heran. Kalau tidak terlacak, bagaimana bisa digunakan untuk menghukumnya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Sabar,” kata Reinhart. Lalu, dia meneruskan membaca. “Hukum ini pernah beberapa kali digunakan lagi di tempat-tempat yang berbeda. Sebagian besar untuk menghukum kriminal yang rasanya sayang untuk dihukum mati. Memang tidak semua kriminal yang dihukum oleh hukuman ini akan menjemput kematiannya, tapi sebagian besar berujung pada kematian. Hukuman ini dilakukan dengan melakukan sebuah ritual tertentu dalam bahasa Latin yang sangat kuno.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Re&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;inhart&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt; membalik bukunya sehingga Reachy bisa membaca tulisan-tulisannya. Dia menunjukkan sebuah gambar yang menjelaskan bacaan yang baru saja dibacanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Gambar itu menunjukkan seseorang yang matanya ditutup dan tangannya terikat, dikelilingi oleh tiga orang yang menggunakan jubah dan kerudung hitam. Ketiga orang berjubah hitam itu mengangkat tangannya seakan melakukan sebuah ritual.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Ritual apa yang mereka lakukan?” tanya Reachy heran. “Ritual yang biasanya berujung pada kematian?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Sebentar,” kata Reinhart. Dia membalik bukunya dan mulai membaca lagi. “Ritual yang mereka lakukan adalah ritual untuk menarik kekuatan dari seseorang. Kekuatan yang biasanya digunakan untuk menopang hidup seorang manusia akan diambil dan dihancurkan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Apa hukum itu masih berlaku di zaman ini?” sela Reachy. Dia tahu sekali apa maksudnya kekuatan yang disebutkan di buku itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Kurasa ya. Sekitar 30 tahun yang lalu, ada seorang kriminal y—“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Itu 30 tahun yang lalu. Maksudku dalam jangka waktu 10 tahun terakhir. Masih adakah yang melakukan hukum itu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Sabar. Yang kudengar 30 tahun yang lalu, seorang pembunuh dijatuhi hukuman ini dan dia meninggal. Delapan tahun berikutnya, seorang pembunuh juga dijatuhi hukuman ini dan dia selamat. Kudengar sekarang dia menjalani hidup yang tenang di pedesaan. Kalau kau minta bukti sepuluh tahun terakhir, tidak ada.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Kau ingin aku mendapat hukuman itu?” tanya Reachy datar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Ya. Hukum kuno ini memang jarang dipelajari dan sebenarnya memang hampir tidak ada orang yang mempelajarinya. Tapi, entah kenapa, hukuman ini selalu saja bisa muncul dan terkabul walaupun tidak ada seorang penegak hukum pun yang tahu hukum apa ini sebenarnya. Nah, mengingat resiko kematian yang begitu besar, orang-orang yang dijatuhi hukuman ini, akan langsung dibebaskan kalau dia berhasil selamat, dan tidak ada syarat tambahan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Kurasa sekarang ini, hukuman itu hanya diberikan pada orang-orang yang mempunyai kekuatan. Seperti aku. Karena itu, tidak terlalu sering muncul. Orang yang punya kekuatan di dunia ini kan tidak banyak,” kata Reachy datar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Nah, nah, jadi kau setuju?” tanya Reinhart ceria.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Terserah.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Reinhart langsung merengut kesal. “Kau ini…! Dari dulu terserah, terserah! Aku ini pengacaramu, kan?! Pengacara itu seharusnya mengikuti apa yang dikatakan kliennya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt; Nah, sekarang kau ingin menjalani hukuman itu atau tidak?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Reachy sudah ingin menjawab terserah lagi. Tapi, dia tahu, Reinhart, pengacaranya yang baik hati ini, akan marah lagi kalau dia menjawab itu. Akhirnya, Reachy menghembuskan napas kesal dan menjawab, “Ya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Sip, sip. Akan segera kususun berkas-berkasnya,” kata Reinhart senang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Reachy menatap datar pada Reinhart yang tampak gembira. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Bagaimana kalau aku tidak selamat dari hukuman itu? Kau menyarankan hukuman ini dengan melihat resiko itu, kan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Ng… Iya, sih. Ada juga kemungkinan kau tidak selamat. Tapi, menurutku, kau pasti akan selamat. Entah kenapa aku merasa yakin sekali dengan hal itu. Yah, kau kan sudah &lt;span style=""&gt;beberapa kali membuat keajaiban. Jadi, kurasa kau akan baik-baik saja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;, ” jawab Reinhart yakin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6455657071115224247-6090893243299418280?l=reachyruch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/6090893243299418280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6455657071115224247&amp;postID=6090893243299418280' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/6090893243299418280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/6090893243299418280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/2008/09/reachys-sentence-part-ix.html' title='Reachy&apos;s Sentence (Part IX)'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09366521012154588904'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247.post-5015170931050966023</id><published>2008-09-09T21:34:00.001+07:00</published><updated>2008-09-09T21:37:03.782+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reachy&apos;s Life'/><title type='text'>Reachy's Sentence (Part VIII)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Setelah melalui berbagai persidangan yang berat, hari ini jaksa akan membacakan tuntutan hukuman yang akan diberikan pada Reachy. Sebagian besar orang merasa bahwa hukuman mati akan dijatuhkan. Tapi, entah kenapa Reinhart sangat yakin bahwa jaksa tidak akan menjatuhkan hukuman itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Dan benar saja, jaksa menuntut Reachy dihukum penjara seumur hidup. Reinhart langsung memeluk Reachy dengan gembira. Tapi, yang dipeluk hanya tersenyum kecut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Sedikit lagi. Aku akan membebaskanmu,” kata Reinhart yakin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Reachy menatap heran pada pengacaranya itu. Darimana dia dapat kepercayaan diri itu? Padahal kasus yang sedang ditanganinya sekarang sama sekali bukan kasus yang ringan. Dia sedang mengusahakan pembebasan seorang pembunuh yang sudah terkenal seantero dunia! Dituntut seumur hidup saja sudah bagus, malah berharap bebas!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Selain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Reinhart, teman-teman dan keluarga Reachy juga berbahagia. Mereka langsung memeluk Reachy erat-erat setelah persidangan usai, seakan mereka sudah lama tidak bertemu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Di luar dugaan, banyak masyarakat yang ikut senang dan lega dengan tuntutan itu. Entah darimana munculnya, sudah lama beredar cerita-cerita tentang masa lalu Reachy. Bahkan cerita pertemuan Reinhart dengan Reachy rasanya sudah menjadi rahasia umum. Penyebab Reachy masuk AO, kematian Toxin, pelecehan-pelecehan seksual yang diterima Reachy, rasanya hampir semua orang sudah tahu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Hal tersebut meningkatkan simpati beberapa orang, tapi juga membuat beberapa kalangan merasa Reachy seperti sedang mencari-cari cara supaya perbuatannya tidak terlalu dipersalahkan. Padahal, Reachy tidak pernah menceritakan apapun tentang masa lalunya pada wartawan manapun. Bagaimana mungkin dia menceritakan hal-hal yang bisa membuatnya menangis itu? Dan Reachy amat sangat mencurigai teman-temannya kecuali Vez, Vena, dan Rexie. Mereka bertiga memang tidak terlalu tahu apa yang dialaminya dulu. Apalagi Vena, Reachy bahkan sudah lama tidak pernah berhubungan dengan gadis itu lagi. Dia juga tidak pernah hadir di persidangan Reachy sekalipun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Reachy maklum dengan hal itu. Orang tua Vena pasti sudah melakukan segala cara supaya Vena tidak bisa menemuinya lagi. Dari cerita Vez, katanya Vena sudah dijodohkan dengan salah satu manajer di perusahaan ayahnya. Tentu saja manajer itu masih muda dan tentu saja cerdas dan tampan. Selain itu, kemana-mana selalu disertakan &lt;i style=""&gt;bodyguard&lt;/i&gt; untuk melindungi Vena.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Vena kayaknya stress, Re,” keluh Vez di salah satu kunjungannya. “Nggak bisa kemana-mana sendirian. Dan lagi, manajer itu kurasa nggak cocok dengan Vena.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Carikan dia cowok yang cocok dong, Vez,” jawab Reachy sambil tertawa kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Kau ini! Sudah nggak peduli sama Vena lagi?” keluh Vez jengkel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Bukannya nggak peduli. Tapi, aku bisa apa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Vez menghembuskan napas kesal. “Telpon kek. SMS kek. Kirim surat kek. Apa aja deh! Yang penting hibur dia! Jangan cuekin dia!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Kau saja,” jawab Reachy sekenanya yang disambut helaan napas jengkel Vez.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Reachy bukannya tidak ingin peduli tapi dia tidak bisa peduli. Masih banyak hal yang harus dipikirkannya selain cewek. Bagaimanapun juga, Vena harus mulai menjalani hidup tanpa dirinya. Dan dia juga akan mulai hidup tanpa Vena. Mereka sama-sama susah, sama-sama capek, sama-sama menderita. Adil, kan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Selain itu, Silver Fox masih sering mengunjunginya. Wanita itu jelas-jelas sedang berusaha membuka hati Reachy untuk menerima wanita lain selain Vena. Reachy sendiri juga mulai belajar untuk menerima Silver Fox sejak jaksa menuntutnya seumur hidup. Nah, kalau dia punya Silver Fox, Vena toh punya manajer yang sudah dipilihkan ayahnya itu. Kenapa Vena nggak mau belajar menerima laki-laki lain selain Reachy? Reachy yakin sekali, pilihan orang tua Vena tidak akan buruk. Vena toh anak perempuan satu-satunya. Mana mungkin jodohnya dipilih asal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6455657071115224247-5015170931050966023?l=reachyruch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/5015170931050966023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6455657071115224247&amp;postID=5015170931050966023' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/5015170931050966023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/5015170931050966023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/2008/09/reachys-sentence-part-viii.html' title='Reachy&apos;s Sentence (Part VIII)'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09366521012154588904'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247.post-5811798016877612003</id><published>2008-09-08T11:26:00.001+07:00</published><updated>2008-09-08T14:07:42.430+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reachy&apos;s Life'/><title type='text'>Reachy's Sentence (Part VII)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Saat High Bozz memasuki rumah Ketua Spyder, jam sudah menunjukkan jam 7 lebih seperempat. Begitu memasuki ruang tengah, bau masakan yang menyenangkan sudah menyambut hidungnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Kau masak lagi?” tanya High Bozz sambil meletakkan tas dan melepaskan jasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Ya,” jawab seseorang di dapur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Sudah kubilang, suruh koki saja!” seru High Bozz gemas sambil menghampiri dapur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Di dapur kecil yang terlihat mewah itu, seorang anak laki-laki tampak sedang memasak sesuatu. Begitu menyadari keberadaan High Bozz, dia langsung menoleh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Tidak ada salahnya masak untuk suami, kan?” kata Reachy dengan senyum ceria. “Kau nggak suka?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;High Bozz memeluk Reachy dari belakang. “Aku suka masakanmu bagaimanapun bentuknya,” bisiknya di telinga Reachy. Reachy langsung memukul paha High Bozz dengan gemas. High Bozz tertawa geli melihat wajah Reachy yang memerah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;High Bozz mengatakan itu bukan karena masakan Reachy tidak enak. Sebaliknya, masakannya selalu enak. Hanya saja, istrinya ini suka bereksperimen dengan cara penyajiannya. Alhasil, masakan berbentuk aneh-aneh pun sering terhidang di meja makan. Yang terakhir, dia membuat &lt;i style=""&gt;schotel&lt;/i&gt; saus nanas dengan bentuk tumpukan dolar kertas. Hari itu, Reachy memang baru saja menyelesaikan transaksi dengan jumlah jutaan dolar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Kenapa suka banget masak untukku, Sayang?” tanya High Bozz sambil duduk di meja makan yang sudah sedikit ditata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Sayang suami boleh, dong,” jawab Reachy tanpa menoleh. Dia sedang sibuk dengan ovennya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Kapan kau menghidangkan dirimu sendiri, hm?” tanya High Bozz sambil tersenyum nakal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Reachy berbalik dan menatap High Bozz dengan wajah merengut. Dibantingnya piring dengan &lt;i style=""&gt;spaghetti&lt;/i&gt; di atasnya ke meja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Lebih suka makan orang daripada makan masakanku?” seru Reachy gemas. “Sudah capek-capek masak, ternyata suamiku kanibal.” Reachy menghembuskan napas kesal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;High Bozz tersenyum masam melihat istrinya yang pura-pura tidak mengerti ini. Reachy masih saja bicara tentang keluhannya punya suami kanibal. High Bozz berdiri dan memeluk Reachy dari belakang. Reachy tampak terkejut dan langsung menghentikan bicaranya. High Bozz mencium leher Reachy dengan bernafsu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Ha-haig-b-boz,” keluh Reachy. “Makan duluuu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Aku mau makan ini saja,” kata High Bozz. Tangannya sudah menggerayangi kancing-kancing baju Reachy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Reachy menyentakkan High Bozz dengan kasar. “Makan dulu,” kata Reachy kesal. Dia mulai menyiapkan makanan lainnya di atas meja. Sedangkan, High Bozz duduk kembali di kursinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;High Bozz tahu sekali, kalau dia sudah melakukan hal itu, Reachy akan menjauh darinya. Dia takkan seriang tadi. Benar saja, Reachy makan dalam diam. Dia tidak berminat bercanda lagi. High Bozz cuma tersenyum-senyum geli sambil menatap istrinya yang tidak bersemangat untuk “disantap” olehnya. Sudah enam bulan sejak cincin tersemat di kedua jari manis mereka, tapi Reachy masih saja sering kesal kalau High Bozz mulai begituan lagi. Herannya, kalau bukan masalah di ranjang, Reachy tampak senang mengurus High Bozz. Istri yang baik di rumah, hm?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6455657071115224247-5811798016877612003?l=reachyruch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/5811798016877612003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6455657071115224247&amp;postID=5811798016877612003' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/5811798016877612003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/5811798016877612003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/2008/09/reachys-sentence-part-vii.html' title='Reachy&apos;s Sentence (Part VII)'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09366521012154588904'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247.post-1203201503919489345</id><published>2008-09-07T21:25:00.001+07:00</published><updated>2008-09-07T21:29:59.539+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reachy&apos;s Life'/><title type='text'>Reachy's Sentence (Part VI)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Reinhart sedang menunggu di ruang jenguk khusus untuk kriminal kelas kakap. Ruang yang hampir sama dengan ruang di mana dia biasa menemui Reachy.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="FR-WINDIES"&gt;Sesaat kemudian, seorang polisi dan seorang tahanan muncul dari pintu di hadapannya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kedua pergelangan tangan tahanan itu diborgol. Tahanan itu menatap Reinhart dengan heran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Hai, High Bozz,” sapa Reinhart setelah tahanan itu duduk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Untuk apa pengacara Reachy datang menemuiku?” tanya High Bozz dengan senyuman menyebalkan terbentuk di bibirnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Untuk memintamu sebagai saksi yang akan melemahkan tuntutan jaksa.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;High Bozz menaikkan alisnya geli. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="FR-WINDIES"&gt;“Aku lebih senang kalau dia dipenjara lebih lama.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Oke, kalau kau ingin begitu. Karena itu, aku butuh bantuanmu. Jujur saja, dia lebih rawan divonis mati daripada penjara seumur hidup. Nah, kau mau membantu istri tercintamu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;High Bozz menatap tajam pada Reinhart. Yang ditatap, balas menatap dengan tajam juga. Setelah beberapa saat saling menatap, High Bozz mengatakan, “Baiklah.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Sip,” kata Reinhart senang. “Nah, satu pertanyaan terakhir, sebelum aku pulang. Menurutmu Reachy itu bagaimana?” tanya Reinhart penasaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;High Bozz cuma menaikkan alisnya pura-pura tidak mengerti pertanyaan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Maksudku, dia kan istrimu. Apakah dia melayanimu dengan sukarela? Apa dia bahagia sebagai istrimu? Atau dia malah membencimu karena kau selalu memaksakan kehendakmu yang selalu bersikap egois?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Apa maksud pertanyaanmu itu? Kau ber—”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Aku tidak bertanya dengan kapasitasku sebagai pengacaranya,” potong Reinhart. Lalu, dia menambahkan dengan cepat. “Aku hanya bertanya sebagai seorang teman yang peduli pada temannya. Tahukah kau? Dia menangis malam itu setelah kau memperkosanya di depanku. Tapi, dia masih mau menyelimutimu dengan selimut tebal, sementara dia hanya menggunakan selimut yang tipis! Saat dia bercerita tentangmu pun, dia selalu menceritakanmu dengan nada menyenangkan. Bukan nada benci. Padahal kau sudah menghancurkan hidupnya!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Wajah High Bozz tidak berubah sedikitpun. Tidak ada kerut senang atau pun kerut sedih. Tidak ada ekspresi apapun di wajahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Anak itu memang tidak membenciku. Kalau dia membenciku, dia pasti membiarkanku mati, bukannya memberikan kekuatannya untuk menghidupkanku. Dia menangis di depanmu? Tidak mungkin. Air matanya hanya keluar di depan orang asing yang akan dimanfaatkannya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Reachy memang tidak pernah memperlihatkan air matanya di depan Reinhart. Hanya saja sesaat sebelum dia menutup pintu, terdengar bunyi “buk” yang teredam karpet. Dia menoleh dan dilihatnya punggung kecil itu tampak terguncang-guncang. Reinhart pun tahu, anak itu menangis. Tanpa suara. Mungkin karena dia menyadari Reinhart masih berada di pintu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6455657071115224247-1203201503919489345?l=reachyruch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/1203201503919489345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6455657071115224247&amp;postID=1203201503919489345' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/1203201503919489345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/1203201503919489345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/2008/09/reachys-sentence-part-vi.html' title='Reachy&apos;s Sentence (Part VI)'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09366521012154588904'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247.post-3794074227170704249</id><published>2008-09-06T18:12:00.002+07:00</published><updated>2008-09-06T18:18:13.556+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reachy&apos;s Life'/><title type='text'>Reachy's Sentence (Part V)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Bukan tiga jam,” keluh Reachy gemas setelah membaca pikiran Reinhart. “Itu kan karena kau ambil paket yang paling murah. Paket yang termahal itu, bisa menyewaku sampai pagi, mau sampai siang juga boleh.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Oiya, paket termahal. “Terus? Kau capek? Kukira kau sudah biasa. Kan tiap hari kau melayani tamu-tamu begitu. Setelah jam kerjamu selesai, High Bozz mungkin masih menambahnya, kan? Masa kau capek, sih?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Reachy menatap Reinhart, merasa tak berdaya. “Hari ini sudah lima kali,” kata Reachy datar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“EHH?!!” seru Reinhart tidak percaya. Ditatapnya Reachy yang sekarang sudah meluruskan punggungnya dengan telentang di tempat tidur. Gila! Pantas saja dia kecapekan! Padahal dia baru 12 tahun! Ya Tuhan!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“High Bozz menambah dua kali,” kata Reachy pelan. “Kalau kau mau menambahnya, silakan saja. Sekalian capeknya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Reinhart langsung menolak. Dia datang lagi ke sini bukan untuk memenuhi kebutuhan seksnya. Tapi, hanya ingin mengobrol dengan Reachy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Setelah itu, Reachy menceritakan apa saja yang bisa didapat dengan paket termahal itu. Dia menunjukkan beberapa contoh pakaian yang bisa dipilih para penyewanya. Pakaian-pakaian yang Reinhart lebih senang kalau wanita seksi yang memakainya karena pakaian-pakaian itu hanya terbuat dari beberapa helai kain tipis atau bahkan tali-tali dan rantai yang saling bertautan! Reachy juga bilang, katanya ruangan yang digunakan juga sangat menunjuang gairah seks para &lt;i style=""&gt;gay&lt;/i&gt; atau &lt;i style=""&gt;paedofilia&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Setelah tuntas menceritakan tentang paket termahal dan pengalaman Reachy semalam saat menggunakannya, Reinhart memintanya menceritakan tentang hal lain yang biasa dialami Reachy di markas AO itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Janjinya untuk membela Reachy di pengadilan nanti, hanya ditanggapi Reachy dengan senyum. Saat itu, Reinhart sudah merasa, kalau Reachy tertangkap suatu saat nanti, anak itu tidak ingin mengajukan pembelaan apapun. Dia sepertinya pasrah ingin menerima hukuman apapun yang akan dijatuhkan padanya. Tidak ingin dibela karena dia memang pantas dihukum, itu katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Heran, ada saja orang yang seperti ini, batin Reinhart. Seandainya saja para koruptor dan penyengsara rakyat juga punya mental seperti anak ini, mungkin dunia akan jadi lebih baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;== *^*^* ==&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Ng, baik-baik saja,” jawab Reinhart setelah melamun cukup lama. “Dia bisa kuajak bercanda seperti sebelumnya. Dan untungnya, High Bozz tidak datang.”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Reinhart dan Kanata sama-sa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;a tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Hening sejenak.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Ng, Inspektur, aku mau bertemu klienku lagi. Bisa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Ya, tentu saja,” jawab Kanata cepat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Dia mengantarkan Reinhart ke ruangan khusus. Reinhart harus menunggu sebentar sementara Reachy dipanggilkan. Begitu datang, Reinhart baru &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;mau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;membuka mulutnya ketika Reachy bicara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Rein, aku serius tidak bisa membayarmu. Aku—“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Tidak bisa bayar atau tidak ingin bayar karena tidak ingin dibela?” goda Reinhart geli.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Aku serius!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Iya, iya. Kau nggak perlu bayar. Berkat kau, aku bisa jadi pengacara sukses seperti sekarang ini,” tambah Reinhart cepat-cepat ketika melihat Reachy akan membantah lagi. “Oke? Tidak usah ributkan tentang uang lagi. Aku tidak terlalu butuh itu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Reachy menatap Reinhart dengan tatapan “terserah deh”. Setelah itu, seperti biasa mereka mendiskusikan berbagai macam hal tentang apa yang akan digunakan untuk membela Reachy di persidangan nanti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6455657071115224247-3794074227170704249?l=reachyruch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/3794074227170704249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6455657071115224247&amp;postID=3794074227170704249' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/3794074227170704249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/3794074227170704249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/2008/09/reachys-sentence-part-v.html' title='Reachy&apos;s Sentence (Part V)'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09366521012154588904'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247.post-5774298226849090732</id><published>2008-09-04T21:33:00.003+07:00</published><updated>2008-09-04T21:39:19.563+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reachy&apos;s Life'/><title type='text'>Reachy's Sentence (Part IV)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Jadi? Kau ke sana lagi?” tanya Kanata setelah cerita Reinhart berakhir. Kanata memang memaksanya cerita tentang bagaimana dia bisa bertemu Reachy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Ya, sebulan kemudian. Saat itulah aku berjanji untuk menjadi pengacaranya suatu saat nanti kalau dia tertangkap polisi.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kanata manggut-manggut mengerti. “Hmm… Lalu, bagaimana kondisinya?” tanya Kanata penasaran.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;== *^*^* ==&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Reinhart memang datang lagi sesuai janjinya. Tapi, kalau dia mengharapkan senyuman yang bisa membuatnya berdebar-debar itu, dia benar-benar kecewa. Tidak ada sambutan seperti yang dulu diterimanya. Tidak ada cara unik Reachy untuk menggodanya. Kamar itu terlihat sepi ketika Reinhart memasukinya. Dia mendapati Reachy yang duduk tertidur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; di sisi tempat tidurnya. Kalau itu cara baru yang digunakannya untuk menggoda Reinhart, anak itu sepertinya melupakan 1 hal penting.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dia tidak mengenakan pakaian yang diinginkan Reinhart dipakainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Reachy?” panggil Reinhart hati-hati. Tapi, anak itu masih tertidur. Ketika Reinhart akan menyentuhnya, dia baru terbangun. Dia menatap Reinhart kaget.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Ah, maaf,” kata Reachy ketika menyadari dia sedang kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Reachy segera berdiri dan masuk ke sebuah bilik kecil. Dia hanya sebentar di dalam sana. Begitu keluar, dia sudah mengenakan pakaian yang berbeda dengan tadi. “Sudah berubah selera rupanya?” kata Reachy sambil tersenyum. Dia mengenakan hem lengan panjang berwarna biru muda dengan celana pendek putih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Reinhart balas tersenyum senang. “Biasa tidur di tengah pekerjaan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Reachy tersenyum lagi. “Tidak,” jawabnya sambil duduk di tempat tidur di sisi Reinhart.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Reinhart menatapnya. Entah kenapa dia merasa aneh melihat senyuman Reachy. Senyum itu tidak semanis dulu. Atau karena Reachy sudah tahu bahwa Reinhart tidak terlalu menginginkan seks, sehingga dia tidak memasang senyum penggodanya seperti biasa? Tapi, rasanya bukan itu. Senyumnya dulu setelah kekakuannya mencair dan mereka bisa bercanda lepas, tetap saja berbeda. Dulu senyum itu selalu terlihat menyenangkan dan rasanya menenangkan. Tapi, yang sekarang, rasanya senyum itu seperti sedang menyembunyikan sesuatu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Kau baik-baik saja?” tanya Reinhart ragu. Reachy mengangguk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Nggak mau jujur padaku?” tanya Reinhart lagi. Reachy menatapnya sesaat dengan tatapan yang sulit dimengerti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Jujur tentang apa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Yah, tentang apa yang kau alami. Kau tadi tertidur, padahal biasanya tidak, kan? Pasti ada sesuatu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Kau mau aku jujur?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Reinhart mengangguk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Reachy menghela napasnya lelah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Kemarin ada yang menyewaku dengan paket yang paling mahal,” kata Reachy memulai ceritanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Reinhart mengatakan “wow” tanpa suara. Paket paling mahal, pasti miliarder yang melakukannya. Gila, mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk menikmati seorang pelacur anak-anak. Paket itu harganya mungkin seharga uang kuliahnya setahun!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Reachy menghela napas lagi. Dia tampak berat menceritakannya. “Yah, dia memperkosaku. Tiga kali.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kali ini Reinhart benar-benar terkejut. Tiga kali dalam tiga jam? Wow.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6455657071115224247-5774298226849090732?l=reachyruch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/5774298226849090732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6455657071115224247&amp;postID=5774298226849090732' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/5774298226849090732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/5774298226849090732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/2008/09/reachys-sentence-part-iv.html' title='Reachy&apos;s Sentence (Part IV)'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09366521012154588904'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247.post-9110061076302883471</id><published>2008-09-03T04:07:00.001+07:00</published><updated>2008-09-03T04:14:45.561+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reachy&apos;s Life'/><title type='text'>Reachy's Sentence (Part III)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Tetapi, keriangan mereka berdua langsung lenyap ketika pintu tiba-tiba terbuka dan seorang pria masuk. Saat itu, Reachy sedang telentang dengan Reinhart di atasnya. Pria itu tampak murka melihat posisi kedua orang itu. Reachy langsung buru-buru menyingkir dari bawah Reinhart. Sedangkan Reinhart menatap pria itu dengan heran. Ini masih gilirannya, seharusnya tidak akan ada yang masuk untuk melakukan interupsi seperti ini. Tapi, Reachy malah turun dari tempat tidur dan mendekati pria itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Kenapa ke sini?” tanya Reachy heran sekaligus cemas. Tapi, pria itu tidak menggubris Reachy. Dia mendekati Reinhart yang tampaknya masih tidak suka dengan interupsi ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“High Bozz!!” seru Reachy kalut. Dia berlari dan berdiri di depan Reinhart. “Mau apa kau? Ini masih jam kerjaku.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Oh, ya?” High Bozz merenggut kerah Reachy dan membantingnya ke karpet. Yang terjadi berikutnya, benar-benar membuat Reinhart ingin menutup matanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Reachy langsung bangkit lagi dan langsung mencium bibir High Bozz. High Bozz langsung membalas ciuman itu sambil menatap Reinhart dengan tatapan penuh kemenangan. Berikutnya, High Bozz seakan sudah menunggu-nunggu saat itu. Dirobeknya kemeja yang dipakai Reachy dengan ganas dan mereka bergumul di atas karpet. Reinhart benar-benar tidak percaya dia akan melihat percintaan antar lelaki seperti ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Sejam lamanya, Reinhart hanya bisa duduk diam menatap mereka berdua. Berkali-kali Reachy merintih kesakitan ketika rantai di lehernya ditarik. Tapi, High Bozz tampaknya malah makin senang. Ketika akhirnya mereka berdua berhenti, High Bozz tampak tertidur puas. Sedangkan Reachy tampak terengah-engah. Dia duduk membelakangi Reinhart.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Rein… Bisa ambilkan dua&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;selimut di dekatmu?” pinta Reachy tanpa menoleh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Reinhart memberikan sebuah selimut tebal dan sebuah selimut tipis. Hanya itu yang ada di tempat tidur Reachy. Reachy menyelubungkan selimut yang tebal ke tubuh telanjang High Bozz, sedangkan yang tipis digunakannya untuk menutupi seluruh tubuhnya. Setelah itu, dia berdiri, berbalik, dan menatap Reinhart. Ketika melihat matanya, Reinhart tahu, Reachy tidak menikmati peristiwa tadi sedikitpun. Wajah itu terlihat seperti ingin menangis. Tapi, tidak ada setetes pun air mata yang mengalir ketika dia bicara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Maaf, membuatmu menyaksikan ini,” kata Reachy pelan. Reinhart langsung menggeleng kuat-kuat. “Pulanglah. Dia bisa bangun kapanpun. Maaf sekali lagi.” Kali ini Reachy membungkuk dalam-dalam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Hei, hei, tidak usah seperti itu,” kata Reinhart sedikit cemas. Dia menghampiri Reachy dan berjongkok di depannya, membuat Reachy yang masih membungkuk, menatap Reinhart. “Kau tidak apa-apa?” tanya Reinhart pelan. Reachy menegakkan tubuhnya dan menggeleng pelan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Pulanglah. Sekretarisku akan mengurus transportasinya,” pinta Reachy lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Reinhart sebenarnya tidak ingin pulang. Reachy sama sekali tidak tampak baik-baik saja dan ini semua gara-gara dia. Reinhart sudah hampir memeluk Reachy tapi anak itu mundur selangkah saat melihat gerakan Reinhart.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Baiklah. Aku pulang. Aku akan datang lagi. Aku janji,” kata Reinhart yakin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Reachy memaksakan sepotong senyum di wajahnya. Begitu Reinhart melewatinya, air matanya langsung mengalir deras.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6455657071115224247-9110061076302883471?l=reachyruch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/9110061076302883471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6455657071115224247&amp;postID=9110061076302883471' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/9110061076302883471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/9110061076302883471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/2008/09/reachys-sentence-part-iii.html' title='Reachy&apos;s Sentence (Part III)'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09366521012154588904'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247.post-5796847828291940721</id><published>2008-09-02T13:00:00.003+07:00</published><updated>2008-09-02T13:04:55.556+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reachy&apos;s Life'/><title type='text'>Reachy's Sentence (Part II)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Dulu, saat Reachy berusia 12 tahun. Setelah Leonce menyerahkan diri ke penjara, High Bozz langsung bersikap semena-mena terhadap Reachy. High Bozz tampak sudah menunggu-nunggu saat itu. Dia langsung "menikahi" Reachy. Selain itu, walaupun sudah menjadikan Reachy sebagai miliknya, dia tampak masih belum puas. High Bozz mempekerjakan Reachy sebagai pelacur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Tarif Reachy sebagai pelacur bisa dibilang mahalnya selangit. Walaupun begitu, entah kenapa, cukup banyak yang berminat untuk mencoba Reachy, termasuk Reinhart. Saat itu dia masih seorang mahasiswa fakultas hukum semester kedua, yang lebih senang bermain daripada belajar. Dia memang tidak terlalu suka hukum, ayahnya-lah yang memaksanya masuk ke fakultas itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Alasan dia tertarik pada Reachy, sebenarnya sederhana saja. Hampir sama dengan alasan beberapa orang yang datang pada Reachy. Bagaimana rasanya melakukan “itu” dengan seorang anak laki-laki berumur 12 tahun? Terus terang saja, promosi yang dilakukan High Bozz cukup luar biasa. Katanya, Reachy adalah pelacur yang bisa menuruti keinginan Anda. Kalau Anda ingin dicumbu, dia akan melakukannya. Kalau Anda ingin dia diam, dia juga akan menurut. Masih banyak servis lain yang bisa diberikannya. Intinya, Anda akan puas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Selain kepatuhan itu, ada hal yang menarik lainnya. Ada beberapa paket yang disediakan High Bozz. Yang berbeda dari paket-paket itu adalah pakaian yang akan dikenakan Reachy saat menyambut pelanggannya. Ada juga beberapa paket yang harganya lebih mahal, menyediakan perbedaan ruangan dan waktu yang lebih panjang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Karena keterbatasan kantong seorang mahasiswa, Reinhart pun hanya memilih paket yang termurah. Paket itu benar-benar membuat Reachy tampak sederhana. Dia menyambut Reinhart dengan hanya mengenakan kemeja putih lengan panjang yang tampak sangat kebesaran sampai mencapai pahanya dan sebuah G-string tentunya. Selain itu, lehernya terlilit rantai kecil yang sepertinya disimpul dasi. Ada bekas kemerah-merahan pada lehernya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Kenapa diam di sana?” tanya Reachy heran sambil maju mendekat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Tanpa sadar, Reinhart mundur selangkah. Melihat itu, Reachy bukannya menghentikan langkahnya tapi malah semakin maju. Reinhart mendadak merasa gugup. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya kalau Reachy memeluknya, menciumnya, me-me-me… Pikiran Reinhart sudah melancong kemana-mana ketika Reachy berhenti melangkah tepat semeter di depan Reinhart.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Anak itu cuma berdiri diam dan menatap Reinhart sesaat dengan tatapan polos. Lalu, saat berikutnya, anak itu sudah berbalik dan melangkah menuju ke tempat tidur lagi. Reinhart menatap anak itu dengan heran. Dia belum pernah bertemu pelacur yang maju lalu mundur lagi seperti ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Mau sampai kapan di situ?” tanya Reachy setelah hening beberapa saat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Reinhart tersadar dari lamunannya. Anak itu seperti membiusnya hanya dengan gerakan-gerakan dan tatapannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Ah, ya.” Reinhart maju dengan pikiran bahwa dia sudah membayar mahal untuk ini. Tidak boleh ada waktu yang tersia-sia. Tapi, lagi-lagi dia berhenti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Kau benar-benar 12 tahun?” Reinhart langsung merasa konyol dengan pertanyaannya itu. Tapi, anak itu memang tampak seperti anak SD. Reachy menatapnya geli lalu mengiyakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Rantai itu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Tarik saja kalau kau ingin,” jawab Reachy sambil tersenyum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Reinhart merasa jantungnya berhenti berdetak melihat senyuman itu. Ya Tuhan, apakah aku mulai tidak normal? Kenapa anak laki-laki ini terlihat begitu mempesona?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Akhirnya, Reinhart tidak melakukan apa-apa pada Reachy. Reachy malah membuat Reinhart bercerita tentang dirinya sendiri. Reachy berkali-kali duduk di pangkuannya tapi Reinhart hanya memeluk anak itu. Dia cuma sekali menarik rantai di leher Reachy ketika anak itu sudah tiga kali mengelak untuk menceritakan tentang dirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Reachy bisa dibilang jujur dalam menceritakan tentang dirinya sendiri. Dia menceritakan bahwa dia sebenarnya adalah seorang pembunuh di AO. Dia juga cerita sedikit tentang kehidupan SMP-nya. Setelah 2 jam bersama-sama seperti itu, kekakuan Reinhart di awal lenyap tak berbekas. Dia berkali-kali melontarkan candaan yang membuat Reachy tertawa renyah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6455657071115224247-5796847828291940721?l=reachyruch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/5796847828291940721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6455657071115224247&amp;postID=5796847828291940721' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/5796847828291940721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/5796847828291940721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/2008/09/reachys-sentence-part-ii.html' title='Reachy&apos;s Sentence (Part II)'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09366521012154588904'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247.post-3698625762920390149</id><published>2008-09-01T15:31:00.001+07:00</published><updated>2008-09-01T15:39:20.890+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reachy&apos;s Life'/><title type='text'>Reachy's Sentence (Part I)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Halo,” kata suara di seberang sana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Ah, bisa bicara dengan Tuan Ravieira?” tanya Reachy sedikit gugup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Saya sendiri. Siapa ini?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Ng… Ini Reachy… Kalau kau—“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Hoi, Reachy!!” seru pengacara itu ceria. Reachy sampai menjauhkan gagang telpon dari telinganya. Semua orang yang berada di ruangan itu ikut kaget. “Akhirnya kau menelponku juga! Aku segera ke sana! Tunggu, ya!” Lalu, sambungan pun terputus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Reachy menghembuskan napas lega sambil meletakkan gagang telpon itu. Belum sempat mereka semua bereaksi atas seruan tadi, telpon itu berbunyi. Reachy langsung mengangkatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Halo?” tanya Reachy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Eh, kau di markas polisi yang mana?” tanya suara di seberang sana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Reachy mendengus lalu dia menyebutkan markas polisi tempat dia berada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Sip, sip. Sabar, ya!” Lalu, sambungan pun terputus lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Heboh, ya?” tanya salah seorang anak buah Kanata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Aku… juga kaget,” kata Reachy sambil meletakkan kepalanya di atas lipatan tangannya di meja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Beberapa menit kemudian, Reinhart Ravieira sudah tiba. Rambutnya pirang dengan mata biru. Rahangnya yang sedikit persegi tampak kokoh. Badannya yang tinggi pun tegap dan terlihat cukup berisi, otot tentunya, bukan lemak. Secara keseluruhan, dia terlihat sekali merupakan tipikal orang Eropa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Begitu tiba, laki-laki itu langsung memeluk Reachy dengan riangnya. Membuat orang-orang yang berada di ruangan itu membelalak terkejut. Mereka bukannya tidak pernah melihat Reinhart Ravieira. Sebagai penegak hukum, mereka berkali-kali bertemu pengacara kondang itu. Tapi, mereka tidak pernah melihatnya seheboh ini!! Laki-laki itu selalu terlihat &lt;i style=""&gt;cool&lt;/i&gt; setiap menghadapi orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Reachy terbatuk pelan. “Rein… Sesak…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Oh, &lt;i style=""&gt;sorry&lt;/i&gt;. Aku kangen sekali padamu,” kata Reinhart masih dengan senyum cerianya. Bukan senyum paten yang biasa ditunjukkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Maaf, tidak langsung menghubungimu. Aku—”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Tidak masalah. Nah, inspektur,” kata Reinhart pada Kanata, “Kami bisa minta ruang pribadi, kan? Aku perlu bicara dengan klienku.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Mereka berdua membicarakan tentang prosedur pergantian pengacara Reachy sebelum Kanata memberikan sebuah ruangan untuk mereka berdua. Reachy menatap pengacara barunya dengan tatapan &lt;i style=""&gt;speechless&lt;/i&gt;. Sama sekali tidak menyangka akan mendapat pengacara seheboh ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Dalam ruangan pribadi itu, Reinhart seakan menunjukkan kelasnya sebagai pengacara top atau… dia sedang menunjukkan keingintahuan seorang teman lama. Dia langsung menanyai Reachy tentang apa saja yang sudah terjadi sejak terakhir mereka bertemu. Walaupun begitu, Reinhart tidak terjebak terlalu lama dalam nostalgia. Dia tetap melakukan tugasnya dengan baik. Dan dia berjanji akan membebaskan Reachy. Satu hal yang langsung disambut Reachy dengan kepasrahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6455657071115224247-3698625762920390149?l=reachyruch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/3698625762920390149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6455657071115224247&amp;postID=3698625762920390149' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/3698625762920390149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/3698625762920390149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/2008/09/reachys-sentence-part-i.html' title='Reachy&apos;s Sentence (Part I)'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09366521012154588904'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247.post-8124674374501124638</id><published>2008-08-30T13:04:00.004+07:00</published><updated>2008-08-30T13:10:33.914+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reachy&apos;s Life'/><title type='text'>Reachy's Sentence (Prolog)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Sama seperti para kriminal pada umumnya, Reachy juga diberi seorang pengacara sebagai pembelanya. Tapi, entah memang Reachy yang bodoh atau dia sudah malas untuk mencari pengacara bagus yang akan membelanya, Reachy meminta pengacara dari pemerintah saja. Lagipula gratis, pikir Reachy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Tapi, sepertinya, pengacara dari pemerintah sama sekali tidak bisa diandalkan. Pengacara itu tampaknya tidak terlalu berminat untuk membela Reachy. Kenyataannya, kasus Reachy memang benar-benar membuat hampir semua pengacara manapun merasa malas untuk membelanya. Hanya buang-buang waktu. Pertama, sangat tidak mungkin untuk mengubah status Reachy dari tersangka menjadi terdakwa dengan bukti-bukti dan saksi-saksi yang bertebaran di mana-mana. Kedua, hukuman mati sepertinya sudah jelas untuk seluruh perbuatan Reachy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Tapi, Kanata yang notabene seorang polisi, malah meributi Reachy untuk mencari seorang pengacara yang lebih bonafit daripada pengacara yang diberikan oleh pemerintah. Ributan yang dijawab Reachy dengan jawaban yang sama pula. “Aku nggak punya kenalan pengacara yang murah dan bonafit.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Tapi, setelah berhari-hari diributi seperti itu pun, akhirnya Reachy mengalah. Dia mengaku punya kenalan seorang pengacara yang mungkin mau membelanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Siapa?” tanya Kanata segera. Takut kalau Reachy akan berubah pikiran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Tindakan kriminal yang dilakukan Reachy memang kemungkinan besar akan mendapat vonis hukuman mati. Tapi, apa salahnya mencoba? Toh, masih ada hukuman seumur hidup. Atau pembebasan bersyarat. Leonce yang sepertinya sudah jelas akan divonis hukuman mati saja, ternyata mendapat hukuman 15 tahun penjara. Dan dia sebentar lagi akan bebas, karena pengacaranya sedang mengusahakan pembebasan bersyarat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Reinhart Ravieira.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kanata dan beberapa polisi yang sedang berada di situ langsung terkejut setengah mati. Reinhart Ravieira bukanlah seorang pengacara kacangan yang bisa dibayar murah. Dia adalah pengacara terkenal karena kata-katanya yang tajam dan keberhasilannya memenangkan beberapa kasus sulit. Dan Reachy yang ini kenal dia? Bahkan katanya pengacara kondang ini mau membelanya? Wow, wow.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Reachy menatap reaksi mereka yang sudah diduganya dengan sebal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;“Eh, kau yakin Ravieira yang kau kenal itu dia? Siapa tahu ada Ravieira lainnya?” tanya salah seorang bawahan Kanata dengan nada masih tidak percaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Reachy menghembuskan napas kesal. “Nah, aku nggak punya nomer telponnya. Mau mencarikanku nomer telponnya? Supaya kalian percaya?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kanata memberikan sebuah kartu nama yang diambil dari lacinya. Dia memang sudah pernah bertemu beberapa kali dengan pengacara terkenal itu. Pengacara muda yang berbakat. Padahal katanya waktu kuliah, dia termasuk salah satu mahasiswa pelanggar hukum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Reachy menekan nomor yang tertulis pada kartu nama itu. Tak lama kemudian, nada sambung pun terdengar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6455657071115224247-8124674374501124638?l=reachyruch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/8124674374501124638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6455657071115224247&amp;postID=8124674374501124638' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/8124674374501124638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/8124674374501124638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/2008/08/reachys-sentence-prolog.html' title='Reachy&apos;s Sentence (Prolog)'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09366521012154588904'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247.post-8364843454899072986</id><published>2008-06-22T15:43:00.002+07:00</published><updated>2008-06-22T16:12:51.244+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reachy&apos;s Life'/><title type='text'>Reachy's Plan (Epilog)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seminggu setelah pertemuan di mall itu, Vena memutuskan untuk menemui Fox. Reachy masih belum boleh ditemui karena masih menjalani pemeriksaan-pemeriksaan yang bejibun banyaknya. Satu hal yang membuat Vena sedikit uring-uringan selama seminggu. Dia masih tidak mengerti kenapa Reachy tidak masuk penjara 5 tahun lagi saja. Mereka kan bisa menikmati masa itu sebentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fox mengajak mereka bertemu di sebuah cafe yang menyediakan tempat outdoor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau tahu, Ven? Kenapa aku selalu berkeliaran di sekitarmu sejak penghancuran AO? Kau pasti sadar, kan? Setidaknya Vez atau Rexie pasti sadar, aku selalu berkeliaran di sekeliling kalian," mulai Fox.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vena mengangguk. Mereka memang sedang mempertanyakan hal itu. Memang jarang terlihat. Tapi, mereka bisa merasakannya. Ada yang membuntuti mereka setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Reachy memintaku untuk melindungi kalian, sampai suasana sudah dirasa aman."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vena menatap Fox dengan heran. "Melindungi dari apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari orang-orang yang mungkin benci pada Reachy karena AO telah dihancurkan. Atau mungkin hanya dari orang-orang gila yang ingin menunjukkan kemampuan mereka dengan mencoba melawan teman-teman Reachy," jawab Fox sambil tersenyum geli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa? Kukira Reachy sudah nggak peduli lagi.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm? Sejak kapan Reachy tidak peduli? Dari kecil, dia selalu peduli pada teman-temannya, orang tuanya. Kapan Reachy peduli pada dirinya sendiri?" kata Fox separo jengkel akan kesadaran Reachy pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, bisa dibilang Fox bicara sendiri tentang Reachy. Dia menceritakan banyak hal tentang Reachy, yang membuat Vena tak bisa percaya sendiri. Fox bilang, Reachy mau melakukan apapun, asal High Bozz berjanji, bahwa AO tidak akan menyentuh teman-temannya, atau pun orang tuanya, Vena, dan Vez. Fox juga meminta Vena supaya jadi lebih kuat supaya dia bisa melindungi dirinya sendiri. Karena Vena adalah kelemahan sekaligus sumber kekuatan Reachy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau tahu, Ven? Kenapa High Bozz tidak pernah menyentuhmu sekalipun? Karena High Bozz  sadar, kalau kau meninggal, Reachy takkan bisa dipulihkan lagi. Mungkin tubuh Reachy takkan mati, tapi nyawanya entah pergi ke mana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Reachy tidak pernah sekalipun ingin memilikimu. Aku sering iri padamu. Kau tidak ada apa-apanya dibandingkan aku. Kau cuma cewek kaya manja yang harus selalu dilindungi. Kau tidak tahu betapa beratnya harus bekerja setiap hari. Tapi, tetap saja cuma kau wanita yang ada di hatinya. Cintanya padamu benar-benar murni. Dia tidak pernah ingin memilikimu sedikitpun. Dia hanya ingin melihatmu bahagia. Buat dia bahagia, Ven. Jangan buat dia terus mencemaskanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Fox meninggalkan Vena yang langsung meresapi kalimat Fox. "Reachy mencintainya dengan segenap hatinya. Kenapa aku masih saja tidak percaya padanya?" batin Vena pedih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;== *^*^* ==&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi, sejak masuk penjara, Reachy memang sudah tidak sempat untuk memikirkan Vena atau yang lainnya sedikitpun. Polisi-polisi merecokinya dengan interogasi-interogasi yang rasanya tidak ada habisnya. Walaupun begitu, Reachy tidak tampak terbebani. Dia menjalani semuanya tanpa protes sedikitpun. Baginya, ini adalah akhir. Apapun yang diberikan padanya, itulah yang harus diterimanya. Anggap saja konsekuensi dari perbuatannya di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6455657071115224247-8364843454899072986?l=reachyruch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/8364843454899072986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6455657071115224247&amp;postID=8364843454899072986' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/8364843454899072986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/8364843454899072986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/2008/06/reachys-plan-epilog.html' title='Reachy&apos;s Plan (Epilog)'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09366521012154588904'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247.post-1645263709623016355</id><published>2008-06-07T19:59:00.004+07:00</published><updated>2008-06-07T21:40:17.465+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reachy&apos;s Life'/><title type='text'>Reachy's Plan (Part VI)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sehari setelah Reachy dibawa oleh polisi, Vena, Vez, Rexie, dan Evania melewatkan hari itu di mall bersama-sama. Tujuan yang semula hanya jalan-jalan, jadi berubah ketika mereka melihat dua orang yang tidak lazim untuk berada di sebuah tempat rame seperti mall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, mereka berempat sedang menikmati santap siang di food court mall tersebut. Evania lah yang pertama melihat dua orang yang tidak lazim itu. Dia langsung memberitahu ketiga temannya, yang langsung menoleh heran. Mereka melihat Silver Fox dengan seorang pria yang terlihat satu tim dengannya saat turnamen kemarin berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berempat langsung bangkit dan menghampiri meja tempat Silver Fox duduk. Si Fox terlihat biasa saja dihampiri keempat orang itu, yang terlihat tidak senang adalah pria yang duduk di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ngapain di sini?" tanya Vez memulai pembicaraan dengan nada sinis. "Reachy dipenjara, tapi kau bisa santai-santai di sini. Bagus sekali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa? Reachy masuk penjara? Itu memang sudah bagian dari rencananya. Koq kalian yang sewot?" tanya Fox sambil tersenyum geli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi, apa bedanya dengan kau? Kau juga pembunuh!" geram Vez jengkel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Heh!! Jangan berani menghina kakakku!!" gertak pria yang duduk di depan Fox.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat orang tadi langsung menatap pria itu dengan kaget. Kakak? Dia adiknya Fox?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak pa-pa, Civet. Mereka berhak sirik," kata Fox geli. Laki-laki yang dipanggil Civet itu tampak manyun tapi dia patuh pada kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ngapain kau di sini, Fox?" tanya Rexie kalem. Bukan kalem dibuat-buat, tapi memang benar-benar kalem. Rexie memang tidak mudah panas seperti Vez.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm.. Jalan-jalan. Nggak boleh, ya?" tanya Fox heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejam lamanya, mereka makan bersama dan ngobrol macam-macam. Terkadang VeZ memanas dan kalimatnya jadi pedas, tapi Fox seakan menunjukkan kedewasaannya. Dia selalu menanggapi emosi Vez dengan geli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 1 jam, mereka pun berpisah. Sebelum berpisah, Fox mengajak Vena untuk sesekali ngobrol empat mata, entah kapan. Vena pun menyanggupinya. Dia ingin tahu tentang Reachy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau tidak tahu apapun tentang Reachy, Ven." Itulah kalimat Fox yang membuat Vena penasaran setengah mati tentang Reachy.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6455657071115224247-1645263709623016355?l=reachyruch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/1645263709623016355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6455657071115224247&amp;postID=1645263709623016355' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/1645263709623016355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/1645263709623016355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/2008/06/reachys-plan-part-vi.html' title='Reachy&apos;s Plan (Part VI)'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09366521012154588904'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247.post-3828908938528082663</id><published>2008-05-30T21:33:00.003+07:00</published><updated>2008-05-31T23:40:46.613+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reachy&apos;s Life'/><title type='text'>Reachy's Plan (Part V)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu, Reachy yang sudah tampak benar-benar membaik, masih ditahan oleh dokter yang bertanggung jawab atasnya. Hanya 2 hari Reachy mampu bertahan untuk terus tiduran di atas ranjangnya. Hari ketiga setelah dia "hidup dari mati", Reachy mulai melakukan kebiasaannya kalau kelamaan di rumah sakit. Dia mulai senang kabur dari kamarnya. Para dokter dan perawat tentu saja bingung setengah mati. Reachy masih dinyatakan tidak cukup kuat untuk pergi dari tempat tidurnya. Walaupun begitu, biasanya Reachy selalu kembali ke kamarnya sendiri setelah menghilang selama 1-2 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore hari, hari kedua Reachy menikmati jalan-jalannya, dokter yang bertanggung jawab padanya, menemukan tempat Reachy biasa menikmati waktu jalan-jalannya. Reachy yang menyadari kehadiran dokternya, mempersilakan dokter itu duduk di sebelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua tidak ada yang bicara selama kira-kira 15 menit. Reachy sepertinya tampak asik menikmati alam yang ada di sekitarnya. Sedangkan, si dokter, dia tampak heran melihat Reachy yang kabur hanya untuk duduk di taman seperti ini. Apalagi, taman di sini tidak terlalu dirawat dengan baik. Sehingga banyak tanaman liar yang mulai menghiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa bagusnya?" tanya si dokter memecah keheningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reachy langsung menoleh. "Bagus aja. Alami. Udaranya juga segar," jawab Reachy sambil tersenyum. Dia kembali mengalihkan tatapannya ke tanaman-tanaman yang menghiasi tanaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa menahanku di sini?" tanya Reachy. "Aku tahu kondisiku sendiri. Aku benar-benar sudah tidak apa-apa. Kenapa masih tidak mengizinkan para polisi membawaku pergi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena aku tidak yakin kau sudah baik-baik saja," jawab dokter itu enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah bisa jalan-jalan gini, masih ngga yakin?" balas Reachy heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan fisikmu. Tapi, jiwamu. Sanggup kau tinggal di penjara? Jangan-jangan, baru sehari, kau sudah kena serangan jantung dan harus kembali ke sini lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reachy menatap dokter itu dengan geli. "Ngga sampe segitunya kali. Biarpun ga sanggup, harus sanggup," jawab Reachy mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hening sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kalau gara-gara menghidupkan High Bozz, kau benar-benar meninggal, tidak bisa hidup kembali?" tanya dokter itu perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya sudah," jawab Reachy singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter itu menatap Reachy dengan heran. "Nggak masalah kau meninggal, asal High Bozz hidup?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya." Reachy menatap dokternya itu. "Setelah menghancurkan AO, bagiku, hidupku juga sudah berakhir. Terserah mau berakhir bagaimana. Mau tewas, boleh. Cacat seumur hidup, nggak masalah. Dipenjara seumur hidup, no problem. Semuanya sudah selesai." Reachy tampak tersenyum puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si dokter menatap Reachy dengan heran sekali lagi. "Kenapa begitu? Bagaimana seandainya, kalau kau tidak dipenjara seumur hidup? Hanya beberapa tahun, lalu kau sudah dibebaskan? Apa yang akan kau lakukan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak mungkin," jawab Reachy geli. "Sudah puluhan orang kubunuh, hanya dihukum beberapa tahun? Hukumnya yang bodoh atau hakimnya yang bodoh?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;== *^*^* ==&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Keesokannya, si dokter sepertinya sudah mengizinkan Reachy untuk dibawa oleh polisi. Kanata dan beberapa anak buahnya sudah datang untuk menjemput Reachy. Reachy tampak gembira bisa meninggalkan rumah sakit. Tapi, entah bagaimana wajahnya nanti setelah berada di penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6455657071115224247-3828908938528082663?l=reachyruch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/3828908938528082663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6455657071115224247&amp;postID=3828908938528082663' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/3828908938528082663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/3828908938528082663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/2008/05/reachys-plan-part-v.html' title='Reachy&apos;s Plan (Part V)'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09366521012154588904'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247.post-6679288576725285830</id><published>2008-05-13T09:05:00.006+07:00</published><updated>2008-05-13T09:33:48.611+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reachy&apos;s Life'/><title type='text'>Reachy's Plan (Part IV)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kenapa kau menghidupkan High Bozz?" tanya High Bozz penasaran. Pertanyaan itu terus berputar-putar di otaknya, tapi dia tidak bisa menemukan jawaban yang dirasanya paling pas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan menghidupkan. Hanya memberikan energi untuk mempercepat penyembuhan lukanya," jelas Reachy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke, oke. Terserah. Tapi, kenapa?? Dia sudah membuatmu menderita seperti itu," sahut Kanata gemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini Reachy diam saja. Karena dia tidak tampak ingin menjawab, Li-lah yang menjawab pertanyaannya walaupun dia sendiri bingung bagaimana menjelaskannya dengan kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah... Biarpun High Bozz begitu, dia juga kan yang selalu menjaga Reachy. High Bozz yang melimpahinya dengan kasih sayang. Bagaimana mungkin dia bisa membunuh orang yang sudah sedemikian sayang padanya?" jelas Li.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu kenapa kau bunuh dia kalau akhirnya kau akan menghidupkannya lagi? Kalau kau tidak membunuhnya, kau tidak akan ditangkap sekarang. Menghancurkan AO adalah suatu penghargaan. Lagipula, tidak ada korban jiwa selain High Bozz dalam insiden itu," tanya Kanata pada Reachy masih dengan keheranan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya kali ini pun, Reachy tidak ada minat untuk menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Justru itu, Kanata. Dia ingin ditangkap. Karena itu dia membunuh High Bozz. Karena itu High Bozz datang ke sini dengan marah. Dia merasa dipermainkan Reachy hanya untuk mencapai tujuannya semata," jelas Li.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke, oke. Bisa dimengerti. Tapi, kau yakin bisa menghidupkannya, Reachy?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya," jawab Reachy singkat tanpa penjelasan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yakin saja. Sama seperti dia percaya bahwa aku tidak akan akan meninggal semudah itu," jawab Reachy enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau juga sadar kalau kau memberikan energi kehidupanmu (Kanata mengucapkan kalimat itu dengan nada separo bingung), kau akan kehilangan energi kehidupanmu sendiri?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak tahu. Pokoknya High Bozz hidup," jawab Reachy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanata berusaha mencerna semua penjelasan yang baru saja diterimanya. Dari dulu dia sama sekali tidak bisa mengerti bagaimana jalan pikir Reachy. Sekarang pun, dia kesulitan mengikutinya. Kenapa bagi Reachy, nyawa seolah-olah hanya mainan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena itu nyawa High Bozz. Aku tidak akan main-main dengan nyawamu, Kanata," jawab Reachy. Dia tadi iseng membaca pikiran Kanata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memangnya kenapa kalau itu High Bozz? Apa bedanya dengan nyawaku? Semua sama..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beda. Kalau kau meninggal, kemungkinan besar rohmu langsung &lt;span style="font-style: italic;"&gt;say goodbye&lt;/span&gt;. Tapi, tidak kalau High Bozz. Meninggal itu seolah hanya mendapat luka yang terlalu parah sampai tubuhnya berhenti bekerja. Memang butuh waktu untuk hidup kembali. Tapi, bisa koq. Selama itu memang bukan saatnya dia untuk pergi ke dunia sana," jelas Reachy.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6455657071115224247-6679288576725285830?l=reachyruch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/6679288576725285830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6455657071115224247&amp;postID=6679288576725285830' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/6679288576725285830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/6679288576725285830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/2008/05/reachys-plan-part-iv_13.html' title='Reachy&apos;s Plan (Part IV)'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09366521012154588904'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6455657071115224247.post-3507099500526910089</id><published>2008-05-12T00:21:00.004+07:00</published><updated>2008-05-12T00:46:16.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reachy&apos;s Life'/><title type='text'>Reachy's Plan (Part III)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba saja, pintu kamar inap Reachy menjeblak terbuka. Dan yang membuat semua orang di ruangan itu tercengang, kecuali Reachy tentunya, orang itu adalah High Bozz. Dia menatap Reachy yang terbaring dengan gemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beraninya kau mempermainkan nyawaku!" seru High Bozz kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihampirinya tempat tidur Reachy dengan langkah kesal. Orang-orang yang berada di ruangan itu sama-sama terkejut dan tak satu pun berani mengusik High Bozz. High Bozz menggenggam tangan Reachy yang masih terasa hangat. Semuanya menatap High Bozz dengan heran. Datang-datang, langsung marah. Tapi, tak ada satu pun yang berani bergerak. Udara tiba-tiba terasa mencekam, bahkan untuk sekedar menarik napas pun jadi berat. Mereka berdebar-debar menunggu apa yang akan dilakukan High Bozz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 menit kemudian, mukjizat benar-benar terjadi. EKG yang semula hanya menunjukkan garis lurus, sekarang mulai menunjukkan grafik-grafik kecil. Para dokter dan perawat yang tadi terdiam, sekarang mulai sibuk kembali. Li menatap High Bozz lalu Reachy, terus bergantian, masih setengah percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanata yang sudah tersadar dari keterkejutannya langsung mengunci lengan High Bozz. High Bozz tampak tidak terlalu senang diperlakukan seperti itu. "Kalau Reachy bilang nggak boleh kabur, aku nggak akan kabur. Tenang saja," kata High Bozz tidak senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kembali ke kamarmu kalau begitu," kata Kanata yang sepertinya baru sadar pada mukjizat yang lainnya. High Bozz hidup kembali. Setelah jantungnya tertusuk dengan telak seperti itu, orang ini hidup kembali. Sungguh sulit dipercaya. "Bagaimana caranya kau bisa hidup kembali?" tanya Kanata masih tidak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tanya saja pada yang lagi tidur!" seru High Bozz jengkel sambil menatap Reachy yang masih berada dalam penanganan dokter yang berusaha menstabilkan kondisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini Kanata benar-benar heran. Itukah yang dilakukan Reachy sampai dia nekat kabur hanya sesaat setelah dia sadar? Tapi, untuk apa? Untuk apa membunuhnya lalu menghidupkannya kembali -kalau itu memang benar-?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;High Bozz pun dibawa kembali oleh anak buah Kanata ke kamarnya. Sementara itu, kondisi Reachy tampaknya sudah mulai stabil. Dokter pun mengatakan, Reachy seperti belum pernah meninggal. Kondisinya tidak terlalu buruk. Bahkan luka di lambungnya baik-baik saja. Luka itu sudah hampir tertutup rapi. Bahkan, dua jam kemudian, dia tersadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sesaat setelah Reachy tersadar, Kanata sudah memberondongnya dengan pertanyaan-pertanyaan yang sedari tadi memenuhi kepalanya. Apa yang sebenarnya direncakan Reachy? Apakah hanya sekedar menghancurkan AO? Atau ada yang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reachy pun biarpun masih tampak lemah, dia mau menjawab pertanyaan-pertanyaan Kanata. Itu pun hanya sebatas yang ingin dijawabnya. Lebih sering Li yang memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Kanata. Karena sepertinya, Reachy cukup enggan untuk membeberkan jalan rencananya yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6455657071115224247-3507099500526910089?l=reachyruch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reachyruch.blogspot.com/feeds/3507099500526910089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=6455657071115224247&amp;postID=3507099500526910089' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/3507099500526910089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6455657071115224247/posts/default/3507099500526910089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reachyruch.blogspot.com/2008/05/reachys-plan-part-iii.html' title='Reachy&apos;s Plan (Part III)'/><author><name>Reachy Ruch</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10736092352670673888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09366521012154588904'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>