Reachy's Plan (Part I)

Saat tersadar, yang ada di samping Reachy adalah Kanata yang sedang asik baca-baca majalah.

"High Bozz di mana?" tanya Reachy. Kanata langsung menoleh terkejut mendengar suara lirih Reachy.

"Dia sudah meninggal, Reachy," jawab Kanata masih separo kaget. "Kupanggil dokter dulu," kata Kanata sambil beranjak berdiri. Tapi, gerakannya terhenti di udara melihat Reachy yang bangun dan duduk, lalu langsung mencabuti jarum-jarum yang menancap di seluruh tubuhnya. "Mau apa kau, Reachy?"

"Jalan-jalan," jawab Reachy enteng sambil turun dari tempat tidurnya. Dia melangkah ke pintu, meninggalkan Kanata yang kebingungan bagaimana cara menghentikan Reachy. Dokter bilang, tubuhnya itu sudah separo hancur.Karena itu, Kanata takut kalau dia menyentuh tubuh Reachy sedikit saja, bisa membuatnya mengalami pendarahan lagi.

Di luar, Reachy berpapasan dengan kakaknya.

"Reachy?" panggil Li kaget. "Mau ke mana kau?"

"Jalan-jalan," jawab Reachy lagi.

"Kau baru saja sadar, kan? Minta mati, Ha?" tanya Li kasar. Ditariknya lengan Reachy.

"Mati juga ga pa-pa. Lepaskan aku," kata Reachy tidak senang.

Bukannya melepaskan, Li malah meraih perut Reachy dengan tangan kanannnya. Dicengkeramnya perut Reachy bagian kiri, tempat lambungnya yang terluka berada. Reachy yang merasakan rasa sakit yang tiba-tiba muncul, langsung berhenti meronta. Dia terdiam selama sesaat.

Li membuka pintu kamar rawat Reachy. Kanata sudah menunggu di dalam dengan cemas. Tapi, yang dicemaskan malah menginjak kaki kakaknya dan kabur ke arah lift. Li langsung mengejarnya. Sayang, dia terlambat. Lift sudah menutup ketika dia sampai.

Di dalam lift yang penuh itu, Reachy tak tahu harus menekan lantai berapa. Di setiap lantai ketika pintu lift itu terbuka, Reachy hanya menatap koridor yang terlihat sambil menahan sakit di perutnya. Di lantai 4, baru akhirnya dia turun. Dia menoleh ke sana kemari di sepanjang koridor yang dilewatinya. Dia baru menemukan tujuan yang jelas ketika dia melihat seorang polisi yang duduk menjaga di depan sebuah kamar rawat.

Ketika Reachy sudah dekat, polisi itu jelas mengenali Reachy. Dia langsung berdiri dan tampak siaga. Tapi, Reachy hanya berdiri di depannya. Wajahnya tampak kepayahan menahan sakit di perutnya yang sudah mulai berdarah lagi.

"Izinkan aku masuk," pinta Reachy.

Entah pengaruh darimana, polisi itu membukakan pintu dan mengizinkan Reachy masuk. Polisi yang menjaga di dalam jelas terkejut melihat Reachy. Dia menatap rekannya tapi rekannya yang bertugas menjaga di luar, hanya menatap memberi izin.

Reachy langsung menghampiri ranjang tempat seorang pria terbaring tanpa kesadaran sedikitpun.

Reachy's Plan (Prolog)

Setelah hari penghancuran AO itu berakhir, rumah sakit-rumah sakit yang biasa digunakan kepolisian untuk merawat para terpidana, tiba-tiba menjadi penuh. Sebagian besar anggota AO yang berhasil ditangkap, menderita luka-luka yang tidak ringan, bahkan banyak yang sekarat.

Kondisi Reachy pun sudah bisa dibilang setengah hidup. Pendarahan di sekujur tubuhnya sudah cukup untuk mengantarkannya pada dewa maut. Dokter-dokter yang menanganinya hanya bisa menyerahkan hidup mati Reachy pada yang di atas. Untuk High Bozz, semua dokter mengatakan tidak mungkin High Bozz bisa hidup kembali. Rumah sakit memang mau merawat tubuh High Bozz selama 2 minggu setelah Kanata memohon pada mereka. Tapi, Kanata mengatakan pada Li, dia tidak menjamin 2 minggu itu benar-benar 2 minggu. Kemungkinan besar, sebelum 2 minggu, rumah sakit akan menolak merawat High Bozz lebih lama lagi.

Masyarakat pun cukup heboh menanggapi peristiwa penghancuran AO itu. Beberapa menyambut berita itu dengan gembira. Tapi, beberapa orang tidak. Dengan hancurnya AO, organisasi yang sampai sehari lalu menguasai dunia hitam, keseimbangan dunia hitam yang selama ini terjaga dengan baik, terganggu. Organisasi-organisasi kecil yang dari dulu ingin menguasai dunia hitam mulai berani menunjukkan taringnya. Ancaman-ancaman pembunuhan bermunculan dari seluruh penjuru dunia. Kepala-kepala negara dan pemerintahan, serta miliuner-miliuner di hampir seluruh negara di dunia, mendapatkan "surat cinta" dari organisasi-organisasi dunia hitam.

Intel-intel di seluruh dunia mau tidak mau bekerja lebih keras dari biasanya. Perlindungan ekstra diberikan pada para penerima "surat cinta" tersebut. Seluruh dunia tiba-tiba saja dicekam ketakutan yang lebih besar daripada saat AO masih berkuasa.

Hal ini membuat orang-orang kembali bertanya-tanya. Apakah penghancuran AO itu perlu? Kalau semuanya jadi seperti ini, ini sama sekai tidak menyenangkan.

Li, Pinxe, dan Renace tampak bertambah sibuk setiap hari. Entah pergi ke mana mereka setiap hari. Sedangkan Vena, Vez, Rexie, dan Evania semakin tidak mengerti. Benarkah perbuatan mereka menghancurkan AO? Apakah kejeniusan Reachy tidak memikirkan akibat yang muncul dari penghancuran AO?

Reachy baru sadar seminggu kemudian. Selama seminggu itu, luar biasanya, belum ada satupun korban yang sudah jatuh. Organisasi-organisasi kecil itu pun tampaknya hanya mampu mengirimkan "surat cinta" mereka karena tidak terlihat sama sekali tindakan mereka untuk melaksanakan isi "surat cinta" mereka.