"Li," panggil Kanata.
Li menatap Kanata tajam. "Kenapa kau bisa menangkap Reachy? Reachy tidak bisa disentuh hukum selama 5 tahun ke depan atas semua perbuatannya di AO."
"Ya. Tapi, dia baru saja membunuh High Bozz. Perlindungan hukum yang didapatnya, langsung lenyap bila dia melakukan 1 saja perbuatan yang melanggar hukum," jawab Kanata.
"Darimana kau tahu kalau hari ini, di tempat ini, Reachy akan membunuh High Bozz? Darimana kau tahu hari ini, AO akan dihancurkan? Dan kau tiba di saat yang benar-benar tepat, saat semuanya sudah berakhir. Darimana kau tahu semua itu?"
"Ada orang yang melaporkannya pada kami. Dia juga memberitahu kami kapan, di mana, dan dia juga menunjukkan tempat ini pada kami. Li, biarkan mereka membawa Reachy, tolong. Luka-luka Reachy sama sekali tidak tampak ringan."
Li meletakkan Reachy di atas tandu. Kedua petugas itu langsung membawa Reachy ke salah satu ambulans. Vena dkk tampaknya tidak rela ketika mobil ambulans itu pergi meninggalkan tempat itu.
Li menghampiri Kanata yang sedang mengecek High Bozz. High Bozz jelas-jelas sudah tidak bernyawa. Tapi, Li malah meminta Kanata untuk merawat High Bozz, seakan-akan dia masih hidup, hanya terluka parah.
"Jantungnya berlubang begitu, Li. Jelas-jelas dia sudah meninggal. Apa kau pikir dia akan hidup lagi?" tanya Kanata tidak percaya.
"Aku tau, aku tau. Tapi, Reachy tidak akan membunuh High Bozz semudah itu. Dia tidak akan rela kehilangan High Bozz. Rawat saja dia sebulan dulu," kata Li. Tapi, Li segera menambahkan ketika wajah Kanata memperlihatkan keraguannya. "Dua minggu. Cobalah dulu. Kau tidak mau menguburkan orang yang ternyata masih punya kemungkinan hidup, kan?"
Kanata akhirnya mengiyakan. Dia janji akan meminta izin untuk merawat High Bozz selama 2 minggu terlebih dahulu. Setelah itu, Kanata dan polisi-polisi lainnya, menggeledah seluruh markas AO. Para petinggi AO yang biasa ditakuti polisi, sekarang tidak bisa melawan ketika mereka digiring ke mobil polisi.
Mereka semua yang ikut dalam rencana Reachy dan masih ada di sana, menatap iring-iringan itu dengan puas. Tapi, Vena, Vez, Rexie, dan Evania tidak begitu puas menatap hal itu. Reachy ditangkap. Ini benar-benar akhir yang tidak mereka duga. Mereka kira, setelah peristiwa ini, nama mereka akan terkenal karena menghancurkan organisasi pembunuh bayaran nomor satu di dunia. Semuanya akan berakhir bahagia. Bukan ending yang seperti ini.
"Kenapa sedih gitu?" tanya Renace melihat wajah keempat orang itu. "Ditangkapnya Reachy, kurasa sudah direncanakan olehnya sendiri. Yang melapor pasti dia atau temannya. Reachy tidak akan bisa ditangkap polisi, kalau bukan dia yang menyerahkan diri."
"Kenapa dia menyerahkan diri? Masih ada 4,5 tahun untuk setidaknya bersenang-senang sebentar. Kenapa malah memilih masuk penjara sekarang??" tanya Vena tidak percaya.
"Senang-senang? Tidakkah kau lihat, Ven? Reaksi masyarakat padanya selama setengah tahun kita merencanakan rencana ini? Bisakah dia senang-senang dengan tatapan curiga dari setiap orang ketika dia sedang jalan-jalan di mall atau di taman? Kau juga tidak tahu bagaimana masyarakat memperlakukannya. Dia pernah diguyur air saat sedang jalan-jalan. Dia juga pernah dilempar telur. Reachy mana tahan dibegitukan. Lebih baik masuk penjara daripada diasingkan masyarakat seperti itu."
"Kalau begitu, kenapa dia mengaku kalau dia pembunuh??" tanya Evania heran.
"Tanyalah kakakmu, Van. Kita masih bisa mengunjunginya. Tenang saja."