Reachy's Mission (Epilog)

Saat berikutnya, Reachy sudah tak sadarkan diri. Petugas-petugas ambulans bermunculan dari mobil-mobil putih dengan membawa tandu-tandu. Dua orang petugas mendekati Li dan Reachy. Tapi, Li tampak tidak mau melepaskan Reachy dari pelukannya.

"Li," panggil Kanata.

Li menatap Kanata tajam. "Kenapa kau bisa menangkap Reachy? Reachy tidak bisa disentuh hukum selama 5 tahun ke depan atas semua perbuatannya di AO."

"Ya. Tapi, dia baru saja membunuh High Bozz. Perlindungan hukum yang didapatnya, langsung lenyap bila dia melakukan 1 saja perbuatan yang melanggar hukum," jawab Kanata.

"Darimana kau tahu kalau hari ini, di tempat ini, Reachy akan membunuh High Bozz? Darimana kau tahu hari ini, AO akan dihancurkan? Dan kau tiba di saat yang benar-benar tepat, saat semuanya sudah berakhir. Darimana kau tahu semua itu?"

"Ada orang yang melaporkannya pada kami. Dia juga memberitahu kami kapan, di mana, dan dia juga menunjukkan tempat ini pada kami. Li, biarkan mereka membawa Reachy, tolong. Luka-luka Reachy sama sekali tidak tampak ringan."

Li meletakkan Reachy di atas tandu. Kedua petugas itu langsung membawa Reachy ke salah satu ambulans. Vena dkk tampaknya tidak rela ketika mobil ambulans itu pergi meninggalkan tempat itu.

Li menghampiri Kanata yang sedang mengecek High Bozz. High Bozz jelas-jelas sudah tidak bernyawa. Tapi, Li malah meminta Kanata untuk merawat High Bozz, seakan-akan dia masih hidup, hanya terluka parah.

"Jantungnya berlubang begitu, Li. Jelas-jelas dia sudah meninggal. Apa kau pikir dia akan hidup lagi?" tanya Kanata tidak percaya.

"Aku tau, aku tau. Tapi, Reachy tidak akan membunuh High Bozz semudah itu. Dia tidak akan rela kehilangan High Bozz. Rawat saja dia sebulan dulu," kata Li. Tapi, Li segera menambahkan ketika wajah Kanata memperlihatkan keraguannya. "Dua minggu. Cobalah dulu. Kau tidak mau menguburkan orang yang ternyata masih punya kemungkinan hidup, kan?"

Kanata akhirnya mengiyakan. Dia janji akan meminta izin untuk merawat High Bozz selama 2 minggu terlebih dahulu. Setelah itu, Kanata dan polisi-polisi lainnya, menggeledah seluruh markas AO. Para petinggi AO yang biasa ditakuti polisi, sekarang tidak bisa melawan ketika mereka digiring ke mobil polisi.

Mereka semua yang ikut dalam rencana Reachy dan masih ada di sana, menatap iring-iringan itu dengan puas. Tapi, Vena, Vez, Rexie, dan Evania tidak begitu puas menatap hal itu. Reachy ditangkap. Ini benar-benar akhir yang tidak mereka duga. Mereka kira, setelah peristiwa ini, nama mereka akan terkenal karena menghancurkan organisasi pembunuh bayaran nomor satu di dunia. Semuanya akan berakhir bahagia. Bukan ending yang seperti ini.

"Kenapa sedih gitu?" tanya Renace melihat wajah keempat orang itu. "Ditangkapnya Reachy, kurasa sudah direncanakan olehnya sendiri. Yang melapor pasti dia atau temannya. Reachy tidak akan bisa ditangkap polisi, kalau bukan dia yang menyerahkan diri."

"Kenapa dia menyerahkan diri? Masih ada 4,5 tahun untuk setidaknya bersenang-senang sebentar. Kenapa malah memilih masuk penjara sekarang??" tanya Vena tidak percaya.

"Senang-senang? Tidakkah kau lihat, Ven? Reaksi masyarakat padanya selama setengah tahun kita merencanakan rencana ini? Bisakah dia senang-senang dengan tatapan curiga dari setiap orang ketika dia sedang jalan-jalan di mall atau di taman? Kau juga tidak tahu bagaimana masyarakat memperlakukannya. Dia pernah diguyur air saat sedang jalan-jalan. Dia juga pernah dilempar telur. Reachy mana tahan dibegitukan. Lebih baik masuk penjara daripada diasingkan masyarakat seperti itu."

"Kalau begitu, kenapa dia mengaku kalau dia pembunuh??" tanya Evania heran.

"Tanyalah kakakmu, Van. Kita masih bisa mengunjunginya. Tenang saja."

Reachy's Mission (Part XIII)

Wajah Reachy tiba-tiba berubah kesakitan. Dia mencengkeram punggungnya erat-erat. High Bozz yang melihat perubahan wajah itu, segera memanfaatkan kesempatan. Dia langsung menyerang Reachy yang sepertinya kehilangan seluruh kemampuan bertahannya. Black Shadow Sword dengan telak menusuk lambungnya. Reachy menjerit kesakitan. High Bozz menarik pedangnya kembali, meninggalkan luka yang menngucurkan darah segar di tubuh Reachy. Tapi, sepertinya Reachy tidak terlalu menganggap luka di lambungnya. Dia masih mencengkeram punggungnya erat-erat.

Dan perubahan itu terjadi. Di punggung Reachy, sesuatu tampak menyembul dari balik pakaiannya. Detik berikutnya, sesuatu itu menembus pakaian Reachy dan menunjukkan wujudnya diiringi jerit kesakitan Reachy. Sesuatu itu tampak mungil berwarna putih bersih. Perlahan sesuatu itu membesar. 10 detik kemudian, sayap putih itu sudah terkembang dengan megahnya. Akar-akar sayap itu tampak menjalar di seluruh punggungnya, menimbulkan guratan-guratan biru langit.

Rasa sakit yang diderita Reachy tampak mereda. Dia menyentuh sayap putihnya dengan ekspresi tidak percaya. Sayap itu terbuat dari bulu yang entah datang darimana. Bulu-bulu itu terasa lembut di tangan Reachy.

"Kau makin cantik dengan sayap itu, Malaikatku," kata High Bozz sambil melangkah maju mendekati Reachy.

Serangannya kali ini berhasil digagalkan Reachy dengan sukses. Sayap yang baru muncul itu tampak tidak membebani Reachy. Dia malah tampak jauh lebih ringan. Gerakannya makin luwes dan sekarang High Bozz benar-benar kerepotan menahan serangan-serangan Reachy.

Tapi, semenit kemudian, High Bozz berhenti menyerang. Hal ini membuat Reachy menghentikan serangannya. Dia menatap High Bozz dengan heran.

"Kau bukan Reachy," kata High Bozz tidak senang. Reachy tersenyum. "Ngapain kau muncul?"

"Hanya membuat dia tidak ingat rasa sakit saat sayapnya muncul. Dia sudah bisa merubah warna rambutnya, hanya dengan mengingat rasa sakit yang pernah dirasakannya. Reachy pasti mengingat rasa sakit saat sayapnya muncul. Kau mau dia bisa mengeluarkan sayapnya setiap saat?" tanya 'Reachy'.

High Bozz terlihat jengkel. "Aku tidak berminat bertarung denganmu. Kembalikan Reachy, 2R."

2R, kepribadian Reachy yang lain cuma diam. Dipejamkannya matanya. Beberapa saat kemudian, Reachy sudah muncul kembali. Dia tampak kesakitan selama beberapa detik. Tapi, detik berikutnya, dia sudah sadar sepenuhnya.

Pertarungan itu pun berlanjut. Kali ini, gerakan Reachy tidak seluwes tadi. Dia tampak tidak biasa dengan sayap besarnya.Yang luar biasa, hanya beberapa menit kemudian, Reachy sudah menusuk jantung High Bozz. High Bozz langsung tewas seketika. Di saat terakhirnya pun, High Bozz masih menatap Reachy dengan lembut dan penuh cinta.

Setelah membunuh High Bozz, sayap putih Reachy tiba-tiba menghilang tanpa bekas. Tidak ada sisa sebuah bulu pun yang tergeletak. Rambut Reachy pun kembali normal, juga kulitnya. Li langsung berlari ke arah Reachy. Tubuh Reachy sudah limbung ketika Li sudah hampir mencapainya. Dan Li mendapatkan tubuh Reachy yang terkulai lemas dengan luka-luka yang masih mengucurkan darah di pelukannya.

Reachy menatap kakaknya. "Sakit semua, Kak." Reachy meringis kesakitan.

"Kita ke rumah sakit nanti. Sudah selesai, Re. Mission completed," kata Li sambil mengecup kening Reachy dengan lembut. Reachy tersenyum.

Tiba-tiba saja tempat Reachy berduel itu sudah dikepung polisi. Mereka mengacungkan senjata ke arah Reachy dkk. Diantara polisi-polisi itu ada Kanata. Li dan yang lainnya menatap polisi-polisi itu dengan heran. Bagaimana mungkin polisi bisa sampai ke sini? Biarpun ada beberapa polisi yang pernah sampai ke markas AO saat turnamen kemarin berlangsung, jangan dikira mereka bisa kembali ke sini berikutnya. Ingatan mereka sudah dimanipulasi, sehingga sekuat apapun mereka berusaha mengingat AO, mereka takkan ingat sama sekali. Mungkinkah ada yang melapor ke polisi, bahwa hari ini akan terjadi pertempuran untuk menghancurkan AO?

"Reachy, menyerahlah," pinta Kanata.

Dari kejauhan terdengar suara ayam jantan berkokok ketika Reachy menatap Kanata dah dia tersenyum lembut.

Reachy's Mission (Part XII)

Hanya dalam waktu singkat, anak-anak anggota Crab sudah berhasil dievakuasi. Kenapa anggota Crab dievakuasi lebih dulu? Crab adalah satu-satunya kelompok yang anggotanya belum membunuh sekalipun. Bisa dibilang, Crab adalah surga bagi anak-anak baik di AO. Itulah kelompok tempat Reachy mengalami saat-saat paling menyenangkan di AO.

Hanya beberapa menit kemudian, sembilan ketua sudah terlibat duel sengit dengan teman-teman Reachy. Sedangkan, High Bozz, entah kenapa masih belum keluar. Dia sepertinya sibuk menghadapi hacker-hacker Reachy yang sibuk merusak sistem-sistem pengaman di AO. Ketika Reachy hendak menuju ke pusat sistem pengamanan AO, High Bozz muncul di hadapannya.

"Hai, Manis," sapa High Bozz.

"Hai. Muncul juga," sahut Reachy sambil tersenyum senang.

High Bozz melangkah mendekati Reachy. Tangannya sudah terulur untuk menyentuh rambut panjang Reachy tapi segera dihentikannya ketika dia merasakan sesuatu yang tajam di lehernya.

"Nggak usah macam-macam," kata Reachy tajam.

Sedetik kemudian, High Bozz sudah menyerang Reachy. Dan duel final turnamen itu pun terulang lagi. Kali ini jauh lebih sengit. Karena sepertinya mereka bertarung dengan hasrat untuk membunuh lawan masing-masing.

Vena, Vez, Evania, dan Rexie sekarang tampak cukup imbang dengan jatah ketua mereka. Jelas saja, selama 6 bulan perencanaan, mereka berempat dilatih habis-habisan oleh beberapa ahli dari Silver Team. Ditambah lagi, Reachy memberikan Orange Phantom Sword pada Vena. Pedang yang didapatkannya sepasang dengan Blue Phantom Sword.

Pertarungan sembilan ketua rata-rata baru selesai setelah hampir 1 jam bertarung. Biarpun mereka akhirnya mampu mengalahkan kesembilan ketua, luka-luka yang mereka derita sama sekali tidak ringan. Tapi, pertarungan High Bozz dengan Reachy sepertinya baru akan dimulai. Yang membuat Vena dkk terkejut adalah tidak ada sebilah pedang pun yang terlihat diantara pertarungan mereka. Mereka baru tahu setelah diberitahu Li bahwa pedang High Bozz juga sejenis dengan Phantom Sword. Black Shadow Sword. Bisa dibilang Shadow Sword adalah bayangan dari Phantom Sword. Dan Black adalah jenis terbaik, lawan dari White Phantom Sword.

Tapi, pertarungan itu sama sekali bukan pertarungan biasa. Rambut Reachy kembali berubah menjadi biru dan tumbuh lebih panjang lagi sampai pinggang. Di lengan dan wajahnya tampak pembuluh darah venanya menyembul ke permukaan dan menimbulkan warna biru di kulitnya. Proses perubahan itu tidak hanya terlihat pada Reachy tapi juga High Bozz. Rambut High Bozz yang hitam itu memanjang sampai ke pinggang. Dan pembuluh darah venanya menimbulkan warna hitam di kulitnya. Setelah perubahan itu, pertarungan mereka jadi semakin berbahaya untuk dilihat. Barang yang tersentuh pedang mereka bisa hancur berantakan. Para penonton pun mundur teratur.

Tetapi, perubahan berikutnya terjadi. Kali ini, hampir semua penonton tidak bisa mempercayai mata mereka sendiri. Perubahan berikutnya terlalu luar biasa. Tidak bisa dinalar.

Reachy's Mission (Part XI)

Kali ini, sepertinya Reachy benar-benar tidak ingin menunda rencananya lebih lama lagi. Dia terlihat makin sibuk berkelana ke sana kemari. Rencana-rencana semakin tersusun jelas dan hampir siap dilaksanakan.

Yang membuat Li cemas, Reachy sering pergi ke AO, mungkin untuk menjalankan rencananya di dalam AO. Tidak ada yang perlu ditakutkan sebenarnya. Reachy kuat. Diserang 10 ketua sekaligus pun, dia yakin Reachy masih bisa menaganinya. Tapi, yang dikhawatirkan Li adalah High Bozz. Entah apa yang diinginkan High Bozz kalau dia melihat Reachy. Rambut Reachy sekarang panjangnya sudah melebihi pundak dan Reachy terlihat begitu cantik ketika rambut panjangnya tergerai. Di make-up sedikit saja, wajah itu bahkan bisa melebihi kecantikan seorang wanita. Inilah yang membuat Li cemas. Wajah Reachy menjadi sangat sesuai dengan tipe High Bozz.

Tapi, Li tidak sempat memikirkan hal itu lebih jauh. Reachy meminta padanya, Renace, dan Pinxe, untuk menagih janji pada organisasi lain. Janji untuk memberikan Reachy bantuan.

== *^*^* ==

Setelah merencanakan rencana itu selama 6 bulan, mereka siap melaksanakan rencana itu. Januari tanggal 30, saat tengah malam, Reachy melakukan rencananya. Yang masuk pertama adalah organisasi-organisasi yang memberikan bantuan untuk Reachy. Mereka masuk dan melumpuhkan penjaga-penjaga setenang mungkin. Sementara itu, dari dalam, para pendukung Reachy juga membantu usaha pelumpuhan para penjaga malam.

Biarpun mereka berusaha melakukannya setenang mungkin, Reachy yakin, 10 ketua dan High Bozz akan segera menyadari perbuatan mereka. Benar saja, baru 20 menit mereka menyusup, Ketua Hawk sudah menghadang mereka. Vez dengan sukarela menghadangnya. Reachy memang sudah memperkirakan itu dan dia memilih 10 orang untuk melawan 10 ketua.

Silver Fox dengan Ketua Spyder dan adiknya, Silver Civet menahan Ketua Tyger. Reachy memberikan Ketua Dragon pada Vena karena sepertinya Vena sangat ingin melawan satu-satunya wanita dari 10 ketua itu. Li untuk Ketua Scorpion dan Renace untuk Eagle. Rexie diberikannya Cheetah dan Evania melawan Elephant. Sisanya, Ketua Crab, diberikan Reachy pada Pinxe. Kenapa ketua yang paling lemah diberikan pada Pinxe? Ini karena Reachy mempercayakan evakuasi anggota kelompok Crab pada Pinxe.

Sedangkan Reachy sendiri, dia sepertinya sangat tertarik untuk melawan High Bozz lagi. Walaupun begitu, dia tidak langsung mengincar High Bozz, melainkan menghancurkan yang kecil-kecil lebih dulu. Dia meminta Silver Fox untuk langsung menyerang Ketua Spyder tanpa memikirkan yang lain.

Jabatan Ketua Spyder sejak masa kepemimpinan High Bozz yang sekarang, selalu diduduki laki-laki. Tidak pernah seorang wanita pun menduduki jabatan itu. Itu karena jabatan Ketua Spyder diberikan High Bozz pada laki-laki yang dicintainya. Karena itu, menyerangnya lebih dulu akan membuat High Bozz sedikit berang dan dia akan keluar dengan marah. Reachy sepertinya menghindari masuk ke rumah High Bozz untuk menantang High Bozz berduel sekali lagi .

Reachy's Mission (Part X)

Hanya sehari setelah Reachy bisa bergerak bebas, dia sudah mengumumkan rapat lagi. Vena dkk cuma terheran-heran melihat keterburu-buruan Reachy. Pinxe menjawab keheranan mereka. Katanya, rencana pemberontakan itu sudah direncanakan sejak Reachy berusia 12 tahun. Banyak anggota AO yang ingin ikut dalam rencana itu. Orang-orang yang tidak ingin membunuh, bahkan ada pelacur-pelacur AO yang ingin ikut dengan rencana Reachy. Alasannya sederhana saja, mereka tidak ingin jadi pelacur.

Mereka dengan sabar menunggu Reachy siap dengan rencananya. Tapi, hal itu sempat tertunda selama 3 tahun, saat Reachy menjadi Sierra. Setelah kembali menjadi Reachy, dia tidak langsung kembali memikirkan rencananya tapi malah menikmati kuliah. Karena keegoisannya, rencana itu sudah tertunda selama 6 tahun.

Tapi, itu menurut Pinxe. Dia sendiri tidak tahu apa yang dipikirkan Reachy selama 6 tahun itu. Entah apa dia menunggu turnamen yang dilakukan 4 tahun sekali itu. Kekalahan tim High Bozz di babak final kemarin, membawa perubahan yang cukup terasa di dalam tubuh AO sendiri. Walaupun tidak terlalu mencolok, AO terbagi jadi 3 kubu. Kubu yang pro dengan High Bozz dan kubu yang ingin lepas dari AO karena ternyata lima dari sebelas petinggi AO bisa dikalahkan remaja-remaja seperti Vena dkk, sisanya kubu yang pro terhadap Reachy.

Perpecahan itu jelas menguntungkan rencana Reachy. Entah apakah sejak awal dia merencanakan pemberontakan, dia sudah yakin bahwa dia akan memenangkan turnamen itu, atau itu hanya kebetulan. Tak ada yang tahu, Reachy tidak mau berbagi jalan pikirnya.

Dia hanya berbagi kenyataan bahwa dia ditantang High Bozz untuk menghancurkan AO. Karena itu, ada kemungkinan High Bozz akan menghadang mereka dengan seluruh anggota terbaik AO.

Ketika ditanya, kenapa tidak mau minta bantuan polisi, Reachy menjawab dengan amat sangat sinis. "Memangnya polisi mampu?"

Dan sebuah kenyataan lain terkuak. Dulu, ketika baru masuk AO, Reachy pernah melaporkan markas AO pada polisi. Polisi memang mengirimkan tim untuk menyelidiki AO. Tapi, sepertinya polisi tidak begitu mempercayai Reachy yang waktu itu masih berusia 8 tahun. Mereka mengirimkan tim dengan banyak anggota. Tapi parahnya, sebagian besar anggota dari tim itu masih merupakan polisi baru. Dengan amat sangat cepat, mereka dihabisi penjaga gerbang AO. Dibasmi sampai tuntas, sampai tidak ada lagi polisi dan jaringannya yang tahu lagi di mana markas AO berada.

Sepertinya peristiwa itu membuat kepercayaan Reachy pada polisi hancur berkeping-keping. Dia tidak pernah yakin bahwa ada polisi yang setidaknya mampu untuk seimbang dengannya. "Polisi itu bodoh," kata Reachy sinis.

Reachy's Mission (Part IX)

Melihat kedatangan Li dkk, High Bozz dan Reachy menyapa mereka dengan "Hai!" singkat.

"Gimana keadaannya, High Bozz?" tanya Li cemas. "Nggak sakit, Re, dipijat-pijat gitu?"

"Dibius kok," jawab Reachy. Biarpun dibius, wajahnya sesekali masih meringis kesakitan.

"Nggak gimana-gimana," kata High Bozz tenang. Ditatapnya Li lekat-lekat. Dia bersiul pelan. "Kakak adik sama-sama cantik. Coba kau panjangkan rambutmu seperti kakakmu, Honey," katanya pada Reachy.

Reachy memonyongkan bibirnya kesal. Rambutnya dulu sudah pernah mencapai pinggang tapi Leonce memangkas rambutnya dengan sukses. Satu hal yang membuat High Bozz marah-marah nggak karuan.

"Ada pendarahan dalam," kata High Bozz, "Otot-ototnya ada yang putus, tulangnya juga ada yang bergeser, saraf-sarafnya juga terganggu, dan ada luka-luka yang tidak perlu, telah ditambahkan oleh adikmu yang bodoh ini." Diacak-acaknya rambut Reachy dengan kesal.

"Bisa sembuh, kan?" tanya Li makin cemas.

"Harus amputasi sebenarnya. Luka-lukanya itu sudah hampir menyebar ke seluruh bagian tangan kirinya. Apalagi yang di pinggang, sudah amat sangat parah. Tapi, karena ini terjadi pada Reachy, pasti sembuh kok. Cuma butuh waktu. Tenang saja."

Wajah Li dan lainnya sudah memutih semua setelah mengetahui separah apa luka yang diderita Reachy.

"Pulang dulu, Honey," kata High Bozz sambil mengecup kening Reachy. "Janji nggak jalan-jalan keluar lagi, ya. Kalau kau lakukan, memperkosamu sepertinya akan menyenangkan," kata High Bozz sambil tersenyum kejam. Dia pergi keluar lewat jendela.

Ancaman High Bozz sepertinya benar-benar efektif. Setelah hari itu, Reachy bahkan sama sekali tidak mau turun dari ranjangnya. Padahal dia itu orang yang paling tidak betah disuruh tiduran saja. Waktu ditanya kenapa segitu nggak maunya diperkosa High Bozz, padahal kan sudah sering. Kata Reachy, cara High Bozz memperkosa untuk nafsu dan untuk menghukum beda. Lebih kejam kalau menghukum. Nggak tanggung-tanggung. Siksa ya siksa sampai habis.

High Bozz pun datang setiap hari walaupun waktunya tidak menentu. Kadang sore, kadang tengah malam.

Seminggu kemudian, apa yang dikatakan High Bozz hampir menjadi kenyataan. Kedua luka Reachy sudah jauh tampak lebih baik. Reachy sudah mampu menggerakkan jari-jari tangan kirinya. Seminggu minggu kemudian, baru High Bozz mengizinkan Reachy jalan-jalan, setelah Reachy sudah bisa menggerakkan keseluruhan tangan kirinya sedikit. Pinggangnya sudah hampir sepenuhnya sembuh. Seminggu berikutnya, Reachy sudah benar-benar sembuh.

Reachy's Mission (Part VIII)

"Memang bukan Kak Leonce kok," kata Reachy. Pinxe dan yang lainnya menatap Reachy dengan pandangan bertanya. "Itu High Bozz."

Li, Pinxe, dan Renace hanya membentuk lingkaran dengan mulut mereka. Tapi, Evania bereaksi berlebihan. Dia ngomel-ngomel dan menuduh High Bozz licik. Katanya High Bozz sengaja menghentikan rapat supaya rencana mereka makin tertunda. Tapi, Li, Pinxe, dan Renace menyanggah pendapat Evania.

"Bukan gitu, Van. High Bozz justru sangat peduli pada Reachy. Kurasa High Bozz sudah memaksamu untuk hanya berbaring dan nggak pergi ke mana-mana, kan?" Li mengucapkan kalimat terakhirnya sambil menatap Reachy. Reachy segera memalingkan wajahnya. "Tapi, Reachy kita ini keras kepala, sehingga High Bozz yang tidak mau luka Reachy tambah parah, terpaksa muncul sebagai Leonce. Karena kalau dia muncul sebagai High Bozz, dia pasti takkan kita izinkan untuk menyentuh Reachy."

Evania masih berusaha menyangkal lagi tapi Renace keburu bicara.

"Jangan pernah menganggap High Bozz hanya seorang pembunuh tak berperasaan. Dia bisa stres sendiri kalau sudah menyangkut orang yang dicintainya. Ya, kan, Reachy? Dialah yang pertama kali tahu bahwa kau terluka, kan?" Reachy mengangguk. "Dan kurasa waktu Evania melihatmu dengan High Bozz malam itu, High Bozz sedang merawat lukamu, kan?" Reachy mengangguk lagi. "Nah, High Bozz baik, kan, pada kakakmu yang satu ini?" tanya Renace pada Evania.

"Tapi, kan dia..."

"Kau tahu kenapa Leonce masih hidup sampai sekarang? Padahal rata-rata orang yang menyerahkan diri ke polisi, pasti dihabisi tanpa ampun. Itu karena High Bozz sayang Leonce."

"Tapi, dia nyiksa kakak!" protes Evania.

"Bukannya nyiksa," kali ini Reachy yang bicara, "kadang emang aku yang salah. Kadang dia cuma butuh tempat buat melampiaskan nafsunya. Kau nggak bakal ngerti High Bozz kalau belum pernah tinggal bersamanya. High Bozz nggak sekejam itu."

== *^*^* ==

Hari berikutnya, Li dkk juga Vena dkk datang lagi mengunjungi Reachy. Jam 6 mereka baru sampai di rumah Reachy. Evania yang membuka pintu kamar Reachy kembali terkejut melihat High Bozz sedang duduk di kasur Reachy dan Reachy terbaring di sampingnya. Kemeja Reachy yang hanya dipakai separuh di bagian kanan, memperlihatkan 2 buah luka memar di bahu dan pinggang kirinya. High Bozz tampak serius memijat-mijat bahu Reachy. Anehnya, Reachy tidak berteriak kesakitan kali ini.

Reachy's Mission (Part VII)

Dua buah luka di bahu dan pinggang kiri Reachy itu didapatnya saat melawan kelompok bertopeng. Ternyata Reachy sudah berhasil menemukan siapa kelompok bertopeng itu. Mereka adalah anggota dari salah satu organisasi di dunia hitam, yang ketua organisasinya dulu dibunuh oleh 2R. Kelihatannya mereka dendam kesumat pada Reachy. Dan seperti biasa, Reachy bertindak sendirian karena berdasarkan penyelidikannya, tidak ada satu pun anggota yang mampu untuk sangat merepotkannya.

Celakanya, mereka punya 1 anggota, yang entah dibayar atau memang anggota asli, yang jadi tulang punggung mereka dalam menghadapi Reachy. Satu anggota itu, sejauh yang diketahui Reachy hanyalah seorang petualang yang mempunyai kelebihan dari lahir untuk melihat kelemahan-kelemahan di tubuh manusia. AO pernah mencoba merekrutnya tapi dia menolak dengan sangat halus. Ketua Spyder waktu itu hampir melakukan sebuah duel dengannya tapi High Bozz mencegahnya. Dia seakan tahu kemampuan orang itu, takkan bisa dilawan dengan cara biasa. Karena selain kemampuan melihat kelemahan itu, dia juga dianugerahi kemampuan untuk menyerang kelemahan itu, tidak dengan cara biasa, tapi benar-benar langsung menyerang ke intinya.

Luka itulah yang diterima Reachy saat melawan orang itu. Bahu dan pinggangnya, bisa dibilang adalah salah dua dari banyak kelemahan yang dimilikinya. Orang itu jelas tidak menyerang bagian vital. Dia tidak menyerang paru-paru Reachy yang merupakan kelemahan paling besarnya. Paru-parunya dulu sudah hampir rusak tapi entah kenapa bisa kembali normal seakan tidak pernah terluka sedikitpun.

Untungnya, dewi fortuna sepertinya berpihak pada Reachy. Dengan luka separah itu, -tangan kirinya akan sangat sakit kalau digerakkan, ditambah dengan sakit di pinggangnya, Reachy jelas tidak bisa bergerak bebas- dia masih bisa mengalahkan ketua organisasi itu dan mendapatkan janji sederhana untuk tidak mengganggunya lagi.

Setelah cerita Reachy berakhir, rapat dipaksa selesai dan Reachy dipaksa pulang dan istirahat saja. Li dan yang lainnya jelas tidak tahu bagaimana cara mengobati luka yang diderita Reachy. Tadi Reachy sempat menunjukkan kedua lukanya. Dilihat dari luar, luka itu hanya seperi memar biasa yang sangat besar. Tapi, entah separah apa kerusakan di dalamnya.

Reachy akhirnya terpaksa berbaring saja di tempat tidurnya. Baru sesaat mereka main ke rumah Reachy, Pinxe memberikan sebuah berita yang entah buruk atau tidak. Leonce belum keluar dari penjara dan dari tadi dia sedang ngobrol dengan Kanata.

Reachy's Mission (Part VI)

Reachy tidak menjawab. Dia menatap Leonce tajam, merasa teramat sangat kesal. Leonce mendekatinya lagi ketika Reachy masih tidak mau bicara apa-apa. Reachy tanpa sadar melangkah mundur.

"Takut?" tanya Leonce sambil tersenyum mengejek. "Kalau pemimpinnya begini, mana bisa menghancurkan AO?" Reachy memalingkan wajahnya kesal.

Sesaat kemudian, Leonce sudah berhasil memeluknya lagi. "Masih nggak mau bilang?" tanya Leonce. Tangan kirinya menggenggam jari-jemari tangan kiri Reachy dan diremasnya dengan lembut. Reachy meringis sedikit. Leonce tersenyum senang. Tangan Leonce terus naik merayap di tangan lengan kiri Reachy. Reachy dengan lemahnya berusaha menyingkirkan tangan Leonce yang terus naik. Tangan itu sudah sampai di bahu Reachy dan tiba-tiba tangan itu meremas bahu Reachy, tidak terlalu kuat, tapi Reachy menjerit kesakitan.

Li dan yang lainnya, yang dari tadi menonton adegan aneh itu, terkejut setengah mati mendengar jeritan kesakitan Reachy. Efek yang sangat luar biasa hanya untuk sebuah remasan lemah -untuk ukuran Reachy- di bahu. Bahkan setelah jeritannya itu, wajah Reachy masih tampak kesakitan. Rasa sakit apa yang menyebabkannya sampai seperti itu??

"Masih sesakit itu, kau sudah berani keluar?" tanya Leonce sinis. Dilepaskannya pelukannya. Reachy menggenggam lengan kirinya pelan. Rasa sakit itu seakan menjalar di seluruh lengan kirinya.

Nafas Reachy masih terengah-engah ketika Leonce memeluknya dari belakang sekali lagi. Kali ini Reachy tampak pasrah. Disandarkannya kepalanya di bahu kanan Leonce dengan lelah. "Masih ada lagi, kan?" Reachy memejamkan matanya merasa kesal.

"Hentikan," kata Reachy pelan. Wajahnya kembali mengerut kesakitan.

Tangan Leonce kembali beraksi. Kali ini di pinggang Reachy. Dari tadi, saat dia memeluk Reachy, dia selalu berusaha menghindari tempat itu. Tapi, kali ini, pinggang kiri Reachy sudah hampir diremasnya, tapi diurungkannya niatnya itu ketika melihat wajah Reachy yang teramat sangat pasrah pada perlakuan Leonce selanjutnya.

"Oke, oke. Aku tidak mau membuatmu menangis kesakitan," kata Leonce. Dibantunya Reachy duduk di kursi yang punya sandaran. "Ceritakan pada mereka," perintah Leonce.

Reachy menatap Leonce pura-pura tidak mengerti maksud perkataan Leonce. Jengkel melihat sikap Reachy, tangan Leonce sudah berada di pinggang kiri Reachy, mengancam akan meremasnya kuat-kuat kali ini. "Oke, oke, aku cerita," kata Reachy pasrah. "Tolong, tanganmu." Leonce menarik tangannya kembali.

Li dkk sudah sangat siap mendapatkan jawaban dari adegan aneh yang baru saja mereka tonton. Reachy menarik napasnya dan menghembuskannya kembali dengan kesal. Dia bercerita dengan pandangan mata yang berkeliaran ke mana-mana, seakan tidak mau menatap para pendengarnya sekalipun.

Reachy's Mission (Part V)

"Kak Leonce," bisik Reachy tidak percaya. Seharusnya Leonce masih ada di penjara sekarang.

Li dan yang lainnya segera menoleh mengikuti arah tatapan Reachy. Li, Renace, dan Pinxe yang terkejut segera berdiri dan menghampiri Leonce. Mereka mengucapkan beberapa salam dan memberinya pelukan selamat datang. Vena dan Vez yang juga mengenal Leonce, menghampirinya pula. Evania dan Rexie ikut meramaikan kerumunan kecil itu. Mereka menanyakan macam-macam dan tampaknya akan berlalu dalam obrolan panjang. Tapi, Leonce sendiri yang menghentikan acara temu kangen itu ketika dia melihat Reachy yang tidak bergerak dari tempat duduknya. Reachy malah terlihat asik bercakap-cakap dengan orang-orang yang tersisa. Leonce yang melihat Reachy seperti itu, segera memanggilnya.

"Reachy," panggil Leonce. Reachy menoleh. "Masih rapat?" Reachy cuma menjawab singkat "Ya." Leonce bertanya lagi, "Kenapa buru-buru?"

"Rencana ini sudah terlalu lama ditunda. Mereka sudah tidak sabar ingin melakukannya."

"Walaupun kau tidak mampu untuk memimpin misi ini?"

Reachy menatap Leonce tidak mengerti. Tapi, sesaat kemudian, Reachy sudah sibuk ngobrol lagi dengan yang lainnya. Leonce menghampirinya. Reachy masih sibuk ngobrol bahkan sampai Leonce berdiri di belakangnya. Reachy baru berhenti ketika Leonce menyentuh dagunya dan memaksanya menatap Leonce.

"Nggak kangen aku?" tanya Leonce.

"Kangen kok," jawab Reachy. Tapi, dia mengalihkan tatapan matanya ke arah lain, tidak mau menatap Leonce.

"Lihat sini," perintah Leonce. Dan Reachy pun dengan terpaksa menatap Leonce. "Kenapa nggak memberiku pelukan kangen?"

"Nggak harus, kan?" jawab Reachy.

"Aku saja yang memelukmu, ya?" kata Leonce sambil tersenyum senang. Dipeluknya Reachy dari belakang tapi ada satu tindakan ekstra yang dilakukannya. Dia menahan tangan kanan Reachy di punggung anak itu. Reachy langsung menatap Leonce dengan heran.

"Menatapku dengan sukarela juga akhirnya. Kenapa tidak berani menatapku? Kau takut kebohonganmu akan terbaca olehku?" bisik Leonce di telinga Reachy. Reachy cuma menggeleng. Sepertinya dia merasa gerah dipeluk Leonce.

Leonce meneruskan aksinya. Diciumnya leher Reachy dengan mesra. Reachy jelas terkejut dengan sikap Leonce, termasuk semua penonton yang melihat hal itu. Rasa jijik muncul pada Vena, Vez, Rexie, dan Evania. Mereka berempat jelas tidak pernah melihat adegan mesra sesama jenis seperti itu.

"Kak," keluh Reachy sambil menjauhkan lehernya. Tapi, Leonce hanya berhenti untuk menjawab "Apa?"

Dari ekspresi wajahnya, Reachy jelas tidak suka pada kelakuan Leonce. Tapi, toh dia tidak berusaha sedikitpun dengan tangannya yang bebas, untuk menjauhkan Leonce darinya.

"Hentikan," keluh Reachy.

"Nggak suka? Kau kan masih punya satu tangan yang bebas. Kenapa nggak dipake? Kenapa tangan kirimu?" tanya Leonce sambil menatap Reachy lekat-lekat.

Pandangan para penonton langsung tertuju pada tangan kiri Reachy, yang baru mereka sadari, bahwa dari tadi tangan itu terkulai lemas tak bergerak.

Reachy cuma menatap Leonce dengan tatapan datar. "Nggak kenapa-kenapa. Lepasin."

Leonce pun melepaskan tangan kanan Reachy dan Reachy segera menjauhkan Leonce darinya. Leonce tersenyum puas. "Masih nggak mau bilang, tanganmu kenapa?"

Reachy's Mission (Part IV)

Peristiwa itu terjadi di malam, 2 minggu setelah Reachy memutuskan untuk berhenti rapat sementara. Kamar Reachy yang jarang sekali terkunci, sudah biasa dimasuki Evania tengah malam, hanya untuk bertanya PR. Hari itu, Evania masuk ke kamar kakaknya jam 1 pagi, tanpa mengetuknya lebih dulu.

Begitu masuk ke kamar yang sudah gelap itu, Evania segera menyalakan lampu dan mengalihkan pandangannya ke tempat tidur kakaknya. Di tempat tidur yang berukuran 2 x 1 meter, terdapat 2 buah kepala. Yang membuat Evania begitu penasaran, siapa kepala yang satunya.

Di saat yang sama, ketika Evania menyalakan lampu, Reachy dan pemilik kepala lainnya terbangun. Kepala yang menyembul pertama adalah kepala teman tidur Reachy, yang membuat Evania sangat shock melihat wajah orang yang tidur seranjang dengan kakaknya.

"High Bozz...," kata Evania kaku.

Reachy yang mendengar suara Evania segera bangun dan dia menemukan mata Evania yang menatapnya dengan amat sangat kecewa.

"Kupikir kau serius memikirkan rencana nekatmu itu!!" seru Evania marah. "Tapi, kau malah tidur dengannyaa!! Kau... kau... Brengsek!!!" jerit Evania. Evania berbalik dan melangkah separoh berlari ke arah pintu.

"Van! Hei, aku bisa jelaskan!" seru Reachy. Tapi, pintu sudah tertutup. Reachy pasti sudah turun dari ranjang kalau High Bozz tidak memeluknya dari belakang. "Lepaskan aku!"

"Hei, kau mau menjelaskan apa padanya? Siapkah kau menjelaskan alasannya? Hmm?" bisik High Bozz di telinga Reachy. Reachy memejamkan matanya, merasa kesal pada dirinya sendiri. "Tidurlah lagi. Kau butuh istirahat."

== *^*^* ==

Dua hari berikutnya, Reachy memutuskan untuk kembali mengadakan rapat. Dia merasa, situasi sudah cukup aman. Kali ini, dia mengadakan rapat di taman dekat perumahan tempat dia tinggal. Ketika rapat akan dimulai, Evania melemparkan hal yang menurutnya masalah penting.

"Kukira kau sudah tidak niat menghancurkan AO. Kau toh sudah tidur dengannya lagi. Semua rencana kita sudah bocor ke dia, kan? Buat apa rapat lagi? Nggak penting," kata Evania sinis.

Reachy menatapnya. "Kalau nggak mau ikut rapat, nggak pa-pa kok. Nggak dipaksa." Reachy tersenyum lembut pada Evania.

"Maksudmu apa, Van?" tanya Li.

"Kakak tidur dengan High Bozz!!" seru Evania marah.

Semua mata mengarah pada Reachy sekarang. Tapi, detik berikutnya, beberapa mata sudah beralih ke Evania lagi. Seorang mata-mata ambil bicara.

"Reachy." Reachy menatapnya. "Bukannya kami tidak percaya padamu. Kami tahu kaulah yang paling ingin rencana ini berjalan. Kami masih bisa mengerti kalau kau tidur dengan laki-laki lain. Tapi, tidur dengannya? Tidak ada bagian rencana ini yang keluar dari mulutmu, kan? Dia tidak tahu kalau kita akan menyerangnya, kan?" Kalimat terakhir ditekannya kata demi kata.

"Tidak, tidak. Dia tidak membuatku mabuk atau memintaku mengatakan rencana ini. Tidak dikatakan pun, dia sudah tahu dari dulu, kalau aku akan menjalankan rencana ini," kata Reachy.

Saat itulah, Reachy melihat dari sudut matanya, seseorang yang sama sekali tidak disangka-sangka akan datang.

Reachy's Mission (Part III)

Setelah itu, Vena dkk sering ikut rapat-rapat berikutnya. Dan tempat mereka rapat jelas aneh-aneh. Tempat yang sangat tidak lazim untuk rapat. Kalau kemarin di diskotik, rapat berikutnya diadakan di kantin sebuah unversitas yang cukup terkenal. Tempat rapat berikutnya pun selalu berbeda dan aneh-aneh. Dan biasanya, semua makanan atau minuman yang dipesan selama rapat, dibayari Reachy. Satu hal yang membuat Vena dkk heran. Darimana Reachy punya duit sebanyak itu? Waktu di diskotik pun, dia membayar semua billnya.

Vena dkk pun jadi makin sering ngobrol dengan Li, Renace, dan Pinxe. Karena kalau mereka ingin tahu sesuatu tentang Reachy, pada ketiga orang itulah mereka bertanya. Reachy jelas nggak bakal ngomong apapun.

Banyak informasi yang mereka dapat dari ketiga orang itu. Kenyataan bahwa Reachy sudah berencana memberontak bahkan saat dia masih berusia 10 tahun. Walaupun tujuan dari rencana pemberontakan itu sepertinya sudah berbeda. Kalau dulu hanya dendam karena AO membuatnya harus membunuh seseorang yang sangat dia sayangi, sekarang lebih untuk melepaskan anak-anak polos yang terjebak untuk harus membunuh di AO.

Lalu, kenyataan bahwa Reachy ternyata jago dalam menyusun dan melaksanakan strategi. Tidak pernah ada misi yang gagal dilakukan, kalau Reachy yang memegang kendali strategi. Itu salah satu alasan kenapa dia bisa menarik banyak orang-orang kuat untuk bergabung dalam rencananya.

Walaupun mengetahui kenyataan itu, Vena dkk tetap berpikir bahwa Reachy nekat. AO adalah organisasi yang menguasai hampir seluruh pergerakan dunia hitam. Rasanya mustahil organisasi yang akar-akarnya sudah tertancap kuat, bisa dihancurkan begitu saja.

Seminggu setelah rapat mereka di diskotik, diskotik yang mereka gunakan untuk rapat, dikabarkan diserang sekelompok orang bertopeng. Mereka hanya datang untuk mengacau. Tidak meminta uang tapi merusak barang-barang yang ada di sana. Beberapa orang terluka parah. Berita itu jelas langsung diselidiki oleh Reachy dan mata-matanya, siapa kelompok bertopeng itu.

Akibat berita ini, ditambah sebuah berita bahwa universitas yang juga mereka gunakan untuk rapat, diserang sekelompok orang bertopeng, Reachy memutuskan untuk tidak mengadakan pertemuan untuk selama saat yang belum bisa ditentukan. Dia merasa bahwa tempat-tempat yang mereka gunakan untuk rapat telah diincar. Dan Reachy sepertinya merasa bertanggung jawab atas kerusakan-kerusakan yang dialami diskotik dan universitas itu.

Selama jeda itulah, Evania menemukan satu hal yang membuatnya shock dan sekali lagi kecewa pada kakaknya.

Reachy's Mission (Part II)

Mendadak orang-orang yang duduk bersama Reachy, baik Li, Renace dll, bisik-bisik ga jelas. Termasuk Silver Fox yang membisiki Reachy. Mereka berpandang-pandangan dengan akhir pandangan di Reachy. Reachy menghela napas kesal dipandangi seperti itu.

"Oke, oke. Siapa yang setuju?" tanya Reachy. Sebagian besar dari mereka mengangkat tangan, tidak terlalu tinggi, hanya memperlihatkan bahwa mereka setuju. Maklum, masak di diskotik voting??

Melihat hasil voting itu, Reachy menghela napas. Jelas dia tidak diterima dengan hasil itu karena dia bertanya kenapa. Dan jawaban yang diterimanya sama. Vena dkk mampu. Dan sekali lagi Reachy menghela napas, masih tidak terima sepertinya.

"Oke, oke. Kalau kalian mau tahu, duduklah," kata Reachy pada Vez, Rexie, dan Evania yang masih berdiri. Mereka pun duduk di tempat yang masih terlihat luang.

Ketika Reachy masih diam saja dan tidak terlihat ingin menjelaskan, Rexie bertanya, "Jadi?" Dinaikkannya lagi alisnya dengan heran.

Reachy menghela napasnya sekali lagi sebelum bicara. "Yah.... Ini sejenis rapat dari sebuah misi. Misi menghancurkan AO."

Keempat orang baru itu jelas terkejut dan tidak percaya. "Garis besarnya dijelaskan kakak saja. Aku mau turun," kata Reachy tampak sedikit stres. Dia pun berdiri dan turun ke lantai diikuti Silver Fox.

Pandangan mereka semua sekarang teralih ke Li. Li segera memberi penjelasan singkat tentang rencana mereka sejauh ini. Bagaimana cara mereka menyerang, bagaimana cara mereka mengorganisir pasukan-pasukan yang ternyata tersebar di mana-mana. Bagaimana pula rencana mereka yang menurut keempat anggota baru itu amat sangat nekat. Walaupun sudah dijelaskan Li, bahwa dilihat dari segi orang-orang yang mendukung rencana itu, rencana itu sama sekali tidak nekat. Ada Reachy yang jelas-jelas mantan orang kedua di AO, yang kemampuannya setara dengan High Bozz. Lalu, masih ada Silver Team, yang anggotanya tidak bisa diremehkan.

Hanya seperempat jam Reachy melantai, berikutnya dia sudah kembali dan mereka melanjutkan rapat yang aneh karena dilakukan di tengah-tengah diskotik rame.

Reachy jelas sudah merencanakan rencana itu sekian lama, dilihat dari caranya membeberkan rencana-rencananya dengan lancar. Selain itu, terlihat sekali satu kelebihan Reachy yang baru kali itu dilihat Vena dkk. Kharisma yang dipunyai Reachy mampu untuk membuat orang-orang yang jelas sangat sulit untuk disatukan, duduk bersama dalam sebuah rapat untuk satu tujuan.

Bagaimana tidak sulit disatukan, kalau ternyata orang-orang yang duduk bersama mereka itu, rata-rata mata-mata dan pembunuh yang terkenal di dunia hitam, yang lebih sering bekerja secara individual. Membuat mereka mendengarkan rencana seseorang jelas cukup sulit.

Reachy's Mission (part I)

Diskotik yang disambangi Vena dkk termasuk salah satu diskotik paling rame di kota tempat mereka tinggal itu. Malam itu, mereka hanyalah sekelompok anak muda yang ingin mencari hiburan. Untuk Evania, itu pertama kalinya dia pergi ke diskotik. Maklum, usianya masih di bawah umur. Evania baru berusia 14 tahun, sungguh usia yang terlalu dini untuk pergi ke tempat hiburan malam seperti diskotik. Kalau Reachy tahu, dia pasti dimarahi.

Di tempat itulah, mereka melihat Reachy, yang barusan mereka cari di rumahnya. Dia duduk di bagian meja yang agak besar dengan beberapa orang di sekelilingnya. Dan mereka pun mengenali beberapa dari mereka sebagai Li, Pinxe, dan Renace. Satu orang yang membuat Vena terbakar cemburu adalah seorang wanita yang duduk di sebelah Reachy, Silver Fox.

Vez menjawil pundak Reachy, yang segera menoleh. Dan dari ekspresinya, dia jelas sangat terkejut. Dia lebih terkejut lagi melihat Evania bersama mereka.

"Kenapa kau di sini, Van?" tanya Reachy tidak percaya.

"Nggak pa-pa, kan? Suka-suka aku," jawab Evania cuek.

"Kau belum cukup umur," bantah Reachy.

"Nggak urusan!!" kata Evania sambil menjulurkan lidahnya.

"Ngapain kau di sini, Reachy?" tanya Rexie sambil mengambil sebuah kertas diantara puluhan kertas yang tersebar di atas meja. Di atas kertas itu tertoreh tulisan tangan Reachy. Sebuah gambar seperti denah dengan panah-panah dan keterangannya. "Apa ini?"

Reachy mengambil kertas itu dengan sedikit kesal. "Bukan urusanmu." Rexie menaikkan alisnya.

"Kenapa juga kalian ada di sini?" tanya Vez pada Li, Renace, dan Pinxe.

"Kalau Reachy bilang bukan urusan kalian, maka itu bukan urusan kalian," jawab Renace sambil tersenyum.

Rexie dan Vez jelas tidak suka diperlakukan seperti itu. "Memangnya Reachy itu siapa?!" tanya Vez kesal.

"Bukan siapa-siapa," jawab Reachy. "Kalian datang ke sini bukan untuk mencariku, kan? Ngapain masih di sini?"

Vez sudah hampir berseru marah kalau Vena tidak bicara lebih dulu. "Apa yang sedang kau lakukan di sini?"

"Cari hiburan, sama seperti kalian."

Vena jelas tidak percaya hal itu. Reachy bukan tipe orang yang suka pergi ke diskotik. Vena tetap tidak mau beranjak dari tempatnya berdiri. Dia malah duduk di sebelah Pinxe. Dia mengambil beberapa kertas dan melihat denah-denah dengan keterangannya. Hampir semuanya merupakan tulisan tangan Reachy. Li menatap Reachy dengan penuh arti. Dan Reachy cuma menggeleng.