Reachy's Sentence (Part XIII)

“Nah, sekarang, kau tidak mau melepaskan kekuatan itu? Kau bisa mati karena tidak sanggup menyimpan kekuatanku, kan?” tanya Reachy.

“Brengsek!! Kau sudah tahu ini dari awal, kan? Karena itulah kau menyetujui hukuman ini! Kau tahu kekuatanmu bisa kembali!!”

Hampir semua orang sekarang menatap Reachy. Benarkah itu? Reinhart benar-benar tidak percaya akan hal itu. Dia yang mengajukan usul itu. Reachy sendiri tidak terlalu berminat pada hukuman itu. Tapi, tidak tanggapan apapun dari Reachy terhadap pernyataan itu.

Penarik yang tampak kesakitan itu mengumpat pelan ketika asap biru yang sama seperti tadi, mengalir keluar dari tubuhnya. Kekuatan yang terlepas itu langsung mencari pemilik yang sebenarnya. Reachy bisa merasakan tubuhnya terasa hangat ketika asap itu menyusup masuk ke tubuhnya. Perlahan, wajah Reachy yang tadi sepucat tembok, mulai berwarna lagi. Tidak bisa dipungkiri, Reachy menikmati hal ini. Kekuatannya kembali. Rasanya menyenangkan sekali.

Dia sebenarnya ingin menolak usulan Reinhart saat itu. Dia tidak bisa membayangkan peristiwa delapan tahun yang lalu itu akan terulang lagi. Tidak bisa apa-apa, untuk bernapas saja sulit. Tumor ganas yang saat itu mendekam di paru-parunya memang tidak pernah hilang. Tumor itu hanya terhenti pertumbuhannya oleh kekuatannya. Tapi, tumor itu tidak pernah hilang bahkan sampai sekarang. Tanpa kekuatannya, sama artinya dengan menanti ajal.

Tapi, kalau dia menolak usulan Reinhart, entah kapan dia bisa baru keluar dari penjara. Dulu dia memang tidak ingin keluar. Ingin seumur hidup dalam penjara, karena itu pasti lebih menyenangkan. Tidak perlu menerima tatapan sinis dari setiap orang yang melihatnya. Tidak perlu merepotkan orang tuanya lagi.

Walaupun Reachy inginnya begitu, orang tuanya sepertinya lebih senang direpotkan. Mereka ingin Reachy cepat pulang. Mereka ingin anak mereka ada di rumah, bukan di penjara. Dan lagi, Fox sepertinya ingin sekali pergi kencan lagi dengan Reachy. Kencan, bukan kunjungan singkat di ruang jenguk. Teman-temannya juga begitu. Lebih-lebih adiknya. Dia berkali-kali datang menjenguknya dengan membawa segunung PR.

“Ritual ini harus diulang!” seru salah satu si penarik yang tadi hanya menatap dari belakang peristiwa pengembalian kekuatan tadi.

Seruan itu mengembalikan Reachy kembali ke alam sadarnya. Diulang? Kejadian menyakitkan seperti itu harus diulang?

Beberapa orang langsung berbisik-bisik. Ada yang setuju dan ada yang tidak. Reinhart maju dan bicara mengatasi keributan itu.

“Kurasa itu tidak perlu. Vonis yang diterimanya menyebutkan dengan sangat jelas bahwa ritual ini hanya akan dilakukan sekali. Entah berhasil atau tidak. Atau bagimu, ritual ini adalah ritual untuk membunuh orang berkekuatan?” tanya Reinhart tajam.

“Tapi, ini curang!! Dia sudah pernah melakukan ritual penarikan dan pengembalian!!” seru si penarik itu tidak terima. Jari telunjuknya terarah pada Reachy. Reachy memang sudah menduga, hal itu bisa diketahui.

“Memangnya kenapa?” tanya Reinhart tegas. ”Hukuman sekarang tidak ada hubungannya dengan masa lalu!”

“Tapi, dia memang akan baik-baik saja!! Tidak akan terjadi satupun hal yang buruk padanya! Karena itu, dia mau menerima hukuman ini!!”

“Tidak ada hubungannya!!” balas Reinhart tegas.

“Tap—"

0 komentar: