Reachy's Sentence (Part V)

“Bukan tiga jam,” keluh Reachy gemas setelah membaca pikiran Reinhart. “Itu kan karena kau ambil paket yang paling murah. Paket yang termahal itu, bisa menyewaku sampai pagi, mau sampai siang juga boleh.”

Oiya, paket termahal. “Terus? Kau capek? Kukira kau sudah biasa. Kan tiap hari kau melayani tamu-tamu begitu. Setelah jam kerjamu selesai, High Bozz mungkin masih menambahnya, kan? Masa kau capek, sih?”

Reachy menatap Reinhart, merasa tak berdaya. “Hari ini sudah lima kali,” kata Reachy datar.

“EHH?!!” seru Reinhart tidak percaya. Ditatapnya Reachy yang sekarang sudah meluruskan punggungnya dengan telentang di tempat tidur. Gila! Pantas saja dia kecapekan! Padahal dia baru 12 tahun! Ya Tuhan!

“High Bozz menambah dua kali,” kata Reachy pelan. “Kalau kau mau menambahnya, silakan saja. Sekalian capeknya.”

Reinhart langsung menolak. Dia datang lagi ke sini bukan untuk memenuhi kebutuhan seksnya. Tapi, hanya ingin mengobrol dengan Reachy.

Setelah itu, Reachy menceritakan apa saja yang bisa didapat dengan paket termahal itu. Dia menunjukkan beberapa contoh pakaian yang bisa dipilih para penyewanya. Pakaian-pakaian yang Reinhart lebih senang kalau wanita seksi yang memakainya karena pakaian-pakaian itu hanya terbuat dari beberapa helai kain tipis atau bahkan tali-tali dan rantai yang saling bertautan! Reachy juga bilang, katanya ruangan yang digunakan juga sangat menunjuang gairah seks para gay atau paedofilia.

Setelah tuntas menceritakan tentang paket termahal dan pengalaman Reachy semalam saat menggunakannya, Reinhart memintanya menceritakan tentang hal lain yang biasa dialami Reachy di markas AO itu.

Janjinya untuk membela Reachy di pengadilan nanti, hanya ditanggapi Reachy dengan senyum. Saat itu, Reinhart sudah merasa, kalau Reachy tertangkap suatu saat nanti, anak itu tidak ingin mengajukan pembelaan apapun. Dia sepertinya pasrah ingin menerima hukuman apapun yang akan dijatuhkan padanya. Tidak ingin dibela karena dia memang pantas dihukum, itu katanya.

Heran, ada saja orang yang seperti ini, batin Reinhart. Seandainya saja para koruptor dan penyengsara rakyat juga punya mental seperti anak ini, mungkin dunia akan jadi lebih baik.

== *^*^* ==

“Ng, baik-baik saja,” jawab Reinhart setelah melamun cukup lama. “Dia bisa kuajak bercanda seperti sebelumnya. Dan untungnya, High Bozz tidak datang.”

Reinhart dan Kanata sama-sama tersenyum. Hening sejenak.

“Ng, Inspektur, aku mau bertemu klienku lagi. Bisa?”

“Ya, tentu saja,” jawab Kanata cepat.

Dia mengantarkan Reinhart ke ruangan khusus. Reinhart harus menunggu sebentar sementara Reachy dipanggilkan. Begitu datang, Reinhart baru mau membuka mulutnya ketika Reachy bicara.

“Rein, aku serius tidak bisa membayarmu. Aku—“

“Tidak bisa bayar atau tidak ingin bayar karena tidak ingin dibela?” goda Reinhart geli.

“Aku serius!”

“Iya, iya. Kau nggak perlu bayar. Berkat kau, aku bisa jadi pengacara sukses seperti sekarang ini,” tambah Reinhart cepat-cepat ketika melihat Reachy akan membantah lagi. “Oke? Tidak usah ributkan tentang uang lagi. Aku tidak terlalu butuh itu.”

Reachy menatap Reinhart dengan tatapan “terserah deh”. Setelah itu, seperti biasa mereka mendiskusikan berbagai macam hal tentang apa yang akan digunakan untuk membela Reachy di persidangan nanti.

0 komentar: