Sehari setelah Reachy dibawa oleh polisi, Vena, Vez, Rexie, dan Evania melewatkan hari itu di mall bersama-sama. Tujuan yang semula hanya jalan-jalan, jadi berubah ketika mereka melihat dua orang yang tidak lazim untuk berada di sebuah tempat rame seperti mall.
Saat itu, mereka berempat sedang menikmati santap siang di food court mall tersebut. Evania lah yang pertama melihat dua orang yang tidak lazim itu. Dia langsung memberitahu ketiga temannya, yang langsung menoleh heran. Mereka melihat Silver Fox dengan seorang pria yang terlihat satu tim dengannya saat turnamen kemarin berlangsung.
Mereka berempat langsung bangkit dan menghampiri meja tempat Silver Fox duduk. Si Fox terlihat biasa saja dihampiri keempat orang itu, yang terlihat tidak senang adalah pria yang duduk di depannya.
"Ngapain di sini?" tanya Vez memulai pembicaraan dengan nada sinis. "Reachy dipenjara, tapi kau bisa santai-santai di sini. Bagus sekali."
"Kenapa? Reachy masuk penjara? Itu memang sudah bagian dari rencananya. Koq kalian yang sewot?" tanya Fox sambil tersenyum geli.
"Tapi, apa bedanya dengan kau? Kau juga pembunuh!" geram Vez jengkel.
"Heh!! Jangan berani menghina kakakku!!" gertak pria yang duduk di depan Fox.
Keempat orang tadi langsung menatap pria itu dengan kaget. Kakak? Dia adiknya Fox?
"Nggak pa-pa, Civet. Mereka berhak sirik," kata Fox geli. Laki-laki yang dipanggil Civet itu tampak manyun tapi dia patuh pada kakaknya.
"Ngapain kau di sini, Fox?" tanya Rexie kalem. Bukan kalem dibuat-buat, tapi memang benar-benar kalem. Rexie memang tidak mudah panas seperti Vez.
"Hmm.. Jalan-jalan. Nggak boleh, ya?" tanya Fox heran.
Sejam lamanya, mereka makan bersama dan ngobrol macam-macam. Terkadang VeZ memanas dan kalimatnya jadi pedas, tapi Fox seakan menunjukkan kedewasaannya. Dia selalu menanggapi emosi Vez dengan geli.
Setelah 1 jam, mereka pun berpisah. Sebelum berpisah, Fox mengajak Vena untuk sesekali ngobrol empat mata, entah kapan. Vena pun menyanggupinya. Dia ingin tahu tentang Reachy.
"Kau tidak tahu apapun tentang Reachy, Ven." Itulah kalimat Fox yang membuat Vena penasaran setengah mati tentang Reachy.
Saat itu, mereka berempat sedang menikmati santap siang di food court mall tersebut. Evania lah yang pertama melihat dua orang yang tidak lazim itu. Dia langsung memberitahu ketiga temannya, yang langsung menoleh heran. Mereka melihat Silver Fox dengan seorang pria yang terlihat satu tim dengannya saat turnamen kemarin berlangsung.
Mereka berempat langsung bangkit dan menghampiri meja tempat Silver Fox duduk. Si Fox terlihat biasa saja dihampiri keempat orang itu, yang terlihat tidak senang adalah pria yang duduk di depannya.
"Ngapain di sini?" tanya Vez memulai pembicaraan dengan nada sinis. "Reachy dipenjara, tapi kau bisa santai-santai di sini. Bagus sekali."
"Kenapa? Reachy masuk penjara? Itu memang sudah bagian dari rencananya. Koq kalian yang sewot?" tanya Fox sambil tersenyum geli.
"Tapi, apa bedanya dengan kau? Kau juga pembunuh!" geram Vez jengkel.
"Heh!! Jangan berani menghina kakakku!!" gertak pria yang duduk di depan Fox.
Keempat orang tadi langsung menatap pria itu dengan kaget. Kakak? Dia adiknya Fox?
"Nggak pa-pa, Civet. Mereka berhak sirik," kata Fox geli. Laki-laki yang dipanggil Civet itu tampak manyun tapi dia patuh pada kakaknya.
"Ngapain kau di sini, Fox?" tanya Rexie kalem. Bukan kalem dibuat-buat, tapi memang benar-benar kalem. Rexie memang tidak mudah panas seperti Vez.
"Hmm.. Jalan-jalan. Nggak boleh, ya?" tanya Fox heran.
Sejam lamanya, mereka makan bersama dan ngobrol macam-macam. Terkadang VeZ memanas dan kalimatnya jadi pedas, tapi Fox seakan menunjukkan kedewasaannya. Dia selalu menanggapi emosi Vez dengan geli.
Setelah 1 jam, mereka pun berpisah. Sebelum berpisah, Fox mengajak Vena untuk sesekali ngobrol empat mata, entah kapan. Vena pun menyanggupinya. Dia ingin tahu tentang Reachy.
"Kau tidak tahu apapun tentang Reachy, Ven." Itulah kalimat Fox yang membuat Vena penasaran setengah mati tentang Reachy.
0 komentar:
Poskan Komentar