Reachy's Plan (Part IV)

"Kenapa kau menghidupkan High Bozz?" tanya High Bozz penasaran. Pertanyaan itu terus berputar-putar di otaknya, tapi dia tidak bisa menemukan jawaban yang dirasanya paling pas.

"Bukan menghidupkan. Hanya memberikan energi untuk mempercepat penyembuhan lukanya," jelas Reachy.

"Oke, oke. Terserah. Tapi, kenapa?? Dia sudah membuatmu menderita seperti itu," sahut Kanata gemas.

Kali ini Reachy diam saja. Karena dia tidak tampak ingin menjawab, Li-lah yang menjawab pertanyaannya walaupun dia sendiri bingung bagaimana menjelaskannya dengan kata-kata.

"Yah... Biarpun High Bozz begitu, dia juga kan yang selalu menjaga Reachy. High Bozz yang melimpahinya dengan kasih sayang. Bagaimana mungkin dia bisa membunuh orang yang sudah sedemikian sayang padanya?" jelas Li.

"Lalu kenapa kau bunuh dia kalau akhirnya kau akan menghidupkannya lagi? Kalau kau tidak membunuhnya, kau tidak akan ditangkap sekarang. Menghancurkan AO adalah suatu penghargaan. Lagipula, tidak ada korban jiwa selain High Bozz dalam insiden itu," tanya Kanata pada Reachy masih dengan keheranan.

Sepertinya kali ini pun, Reachy tidak ada minat untuk menjawab.

"Justru itu, Kanata. Dia ingin ditangkap. Karena itu dia membunuh High Bozz. Karena itu High Bozz datang ke sini dengan marah. Dia merasa dipermainkan Reachy hanya untuk mencapai tujuannya semata," jelas Li.

"Oke, oke. Bisa dimengerti. Tapi, kau yakin bisa menghidupkannya, Reachy?"

"Ya," jawab Reachy singkat tanpa penjelasan apa-apa.

"Kenapa??"

"Yakin saja. Sama seperti dia percaya bahwa aku tidak akan akan meninggal semudah itu," jawab Reachy enteng.

"Kau juga sadar kalau kau memberikan energi kehidupanmu (Kanata mengucapkan kalimat itu dengan nada separo bingung), kau akan kehilangan energi kehidupanmu sendiri?"

"Nggak tahu. Pokoknya High Bozz hidup," jawab Reachy.

Kanata berusaha mencerna semua penjelasan yang baru saja diterimanya. Dari dulu dia sama sekali tidak bisa mengerti bagaimana jalan pikir Reachy. Sekarang pun, dia kesulitan mengikutinya. Kenapa bagi Reachy, nyawa seolah-olah hanya mainan?

"Karena itu nyawa High Bozz. Aku tidak akan main-main dengan nyawamu, Kanata," jawab Reachy. Dia tadi iseng membaca pikiran Kanata.

"Memangnya kenapa kalau itu High Bozz? Apa bedanya dengan nyawaku? Semua sama..."

"Beda. Kalau kau meninggal, kemungkinan besar rohmu langsung say goodbye. Tapi, tidak kalau High Bozz. Meninggal itu seolah hanya mendapat luka yang terlalu parah sampai tubuhnya berhenti bekerja. Memang butuh waktu untuk hidup kembali. Tapi, bisa koq. Selama itu memang bukan saatnya dia untuk pergi ke dunia sana," jelas Reachy.

0 komentar: