Wajah Reachy tiba-tiba berubah kesakitan. Dia mencengkeram punggungnya erat-erat. High Bozz yang melihat perubahan wajah itu, segera memanfaatkan kesempatan. Dia langsung menyerang Reachy yang sepertinya kehilangan seluruh kemampuan bertahannya. Black Shadow Sword dengan telak menusuk lambungnya. Reachy menjerit kesakitan. High Bozz menarik pedangnya kembali, meninggalkan luka yang menngucurkan darah segar di tubuh Reachy. Tapi, sepertinya Reachy tidak terlalu menganggap luka di lambungnya. Dia masih mencengkeram punggungnya erat-erat.
Dan perubahan itu terjadi. Di punggung Reachy, sesuatu tampak menyembul dari balik pakaiannya. Detik berikutnya, sesuatu itu menembus pakaian Reachy dan menunjukkan wujudnya diiringi jerit kesakitan Reachy. Sesuatu itu tampak mungil berwarna putih bersih. Perlahan sesuatu itu membesar. 10 detik kemudian, sayap putih itu sudah terkembang dengan megahnya. Akar-akar sayap itu tampak menjalar di seluruh punggungnya, menimbulkan guratan-guratan biru langit.
Rasa sakit yang diderita Reachy tampak mereda. Dia menyentuh sayap putihnya dengan ekspresi tidak percaya. Sayap itu terbuat dari bulu yang entah datang darimana. Bulu-bulu itu terasa lembut di tangan Reachy.
"Kau makin cantik dengan sayap itu, Malaikatku," kata High Bozz sambil melangkah maju mendekati Reachy.
Serangannya kali ini berhasil digagalkan Reachy dengan sukses. Sayap yang baru muncul itu tampak tidak membebani Reachy. Dia malah tampak jauh lebih ringan. Gerakannya makin luwes dan sekarang High Bozz benar-benar kerepotan menahan serangan-serangan Reachy.
Tapi, semenit kemudian, High Bozz berhenti menyerang. Hal ini membuat Reachy menghentikan serangannya. Dia menatap High Bozz dengan heran.
"Kau bukan Reachy," kata High Bozz tidak senang. Reachy tersenyum. "Ngapain kau muncul?"
"Hanya membuat dia tidak ingat rasa sakit saat sayapnya muncul. Dia sudah bisa merubah warna rambutnya, hanya dengan mengingat rasa sakit yang pernah dirasakannya. Reachy pasti mengingat rasa sakit saat sayapnya muncul. Kau mau dia bisa mengeluarkan sayapnya setiap saat?" tanya 'Reachy'.
High Bozz terlihat jengkel. "Aku tidak berminat bertarung denganmu. Kembalikan Reachy, 2R."
2R, kepribadian Reachy yang lain cuma diam. Dipejamkannya matanya. Beberapa saat kemudian, Reachy sudah muncul kembali. Dia tampak kesakitan selama beberapa detik. Tapi, detik berikutnya, dia sudah sadar sepenuhnya.
Pertarungan itu pun berlanjut. Kali ini, gerakan Reachy tidak seluwes tadi. Dia tampak tidak biasa dengan sayap besarnya.Yang luar biasa, hanya beberapa menit kemudian, Reachy sudah menusuk jantung High Bozz. High Bozz langsung tewas seketika. Di saat terakhirnya pun, High Bozz masih menatap Reachy dengan lembut dan penuh cinta.
Setelah membunuh High Bozz, sayap putih Reachy tiba-tiba menghilang tanpa bekas. Tidak ada sisa sebuah bulu pun yang tergeletak. Rambut Reachy pun kembali normal, juga kulitnya. Li langsung berlari ke arah Reachy. Tubuh Reachy sudah limbung ketika Li sudah hampir mencapainya. Dan Li mendapatkan tubuh Reachy yang terkulai lemas dengan luka-luka yang masih mengucurkan darah di pelukannya.
Reachy menatap kakaknya. "Sakit semua, Kak." Reachy meringis kesakitan.
"Kita ke rumah sakit nanti. Sudah selesai, Re. Mission completed," kata Li sambil mengecup kening Reachy dengan lembut. Reachy tersenyum.
Tiba-tiba saja tempat Reachy berduel itu sudah dikepung polisi. Mereka mengacungkan senjata ke arah Reachy dkk. Diantara polisi-polisi itu ada Kanata. Li dan yang lainnya menatap polisi-polisi itu dengan heran. Bagaimana mungkin polisi bisa sampai ke sini? Biarpun ada beberapa polisi yang pernah sampai ke markas AO saat turnamen kemarin berlangsung, jangan dikira mereka bisa kembali ke sini berikutnya. Ingatan mereka sudah dimanipulasi, sehingga sekuat apapun mereka berusaha mengingat AO, mereka takkan ingat sama sekali. Mungkinkah ada yang melapor ke polisi, bahwa hari ini akan terjadi pertempuran untuk menghancurkan AO?
"Reachy, menyerahlah," pinta Kanata.
Dari kejauhan terdengar suara ayam jantan berkokok ketika Reachy menatap Kanata dah dia tersenyum lembut.
Dan perubahan itu terjadi. Di punggung Reachy, sesuatu tampak menyembul dari balik pakaiannya. Detik berikutnya, sesuatu itu menembus pakaian Reachy dan menunjukkan wujudnya diiringi jerit kesakitan Reachy. Sesuatu itu tampak mungil berwarna putih bersih. Perlahan sesuatu itu membesar. 10 detik kemudian, sayap putih itu sudah terkembang dengan megahnya. Akar-akar sayap itu tampak menjalar di seluruh punggungnya, menimbulkan guratan-guratan biru langit.
Rasa sakit yang diderita Reachy tampak mereda. Dia menyentuh sayap putihnya dengan ekspresi tidak percaya. Sayap itu terbuat dari bulu yang entah datang darimana. Bulu-bulu itu terasa lembut di tangan Reachy.
"Kau makin cantik dengan sayap itu, Malaikatku," kata High Bozz sambil melangkah maju mendekati Reachy.
Serangannya kali ini berhasil digagalkan Reachy dengan sukses. Sayap yang baru muncul itu tampak tidak membebani Reachy. Dia malah tampak jauh lebih ringan. Gerakannya makin luwes dan sekarang High Bozz benar-benar kerepotan menahan serangan-serangan Reachy.
Tapi, semenit kemudian, High Bozz berhenti menyerang. Hal ini membuat Reachy menghentikan serangannya. Dia menatap High Bozz dengan heran.
"Kau bukan Reachy," kata High Bozz tidak senang. Reachy tersenyum. "Ngapain kau muncul?"
"Hanya membuat dia tidak ingat rasa sakit saat sayapnya muncul. Dia sudah bisa merubah warna rambutnya, hanya dengan mengingat rasa sakit yang pernah dirasakannya. Reachy pasti mengingat rasa sakit saat sayapnya muncul. Kau mau dia bisa mengeluarkan sayapnya setiap saat?" tanya 'Reachy'.
High Bozz terlihat jengkel. "Aku tidak berminat bertarung denganmu. Kembalikan Reachy, 2R."
2R, kepribadian Reachy yang lain cuma diam. Dipejamkannya matanya. Beberapa saat kemudian, Reachy sudah muncul kembali. Dia tampak kesakitan selama beberapa detik. Tapi, detik berikutnya, dia sudah sadar sepenuhnya.
Pertarungan itu pun berlanjut. Kali ini, gerakan Reachy tidak seluwes tadi. Dia tampak tidak biasa dengan sayap besarnya.Yang luar biasa, hanya beberapa menit kemudian, Reachy sudah menusuk jantung High Bozz. High Bozz langsung tewas seketika. Di saat terakhirnya pun, High Bozz masih menatap Reachy dengan lembut dan penuh cinta.
Setelah membunuh High Bozz, sayap putih Reachy tiba-tiba menghilang tanpa bekas. Tidak ada sisa sebuah bulu pun yang tergeletak. Rambut Reachy pun kembali normal, juga kulitnya. Li langsung berlari ke arah Reachy. Tubuh Reachy sudah limbung ketika Li sudah hampir mencapainya. Dan Li mendapatkan tubuh Reachy yang terkulai lemas dengan luka-luka yang masih mengucurkan darah di pelukannya.
Reachy menatap kakaknya. "Sakit semua, Kak." Reachy meringis kesakitan.
"Kita ke rumah sakit nanti. Sudah selesai, Re. Mission completed," kata Li sambil mengecup kening Reachy dengan lembut. Reachy tersenyum.
Tiba-tiba saja tempat Reachy berduel itu sudah dikepung polisi. Mereka mengacungkan senjata ke arah Reachy dkk. Diantara polisi-polisi itu ada Kanata. Li dan yang lainnya menatap polisi-polisi itu dengan heran. Bagaimana mungkin polisi bisa sampai ke sini? Biarpun ada beberapa polisi yang pernah sampai ke markas AO saat turnamen kemarin berlangsung, jangan dikira mereka bisa kembali ke sini berikutnya. Ingatan mereka sudah dimanipulasi, sehingga sekuat apapun mereka berusaha mengingat AO, mereka takkan ingat sama sekali. Mungkinkah ada yang melapor ke polisi, bahwa hari ini akan terjadi pertempuran untuk menghancurkan AO?
"Reachy, menyerahlah," pinta Kanata.
Dari kejauhan terdengar suara ayam jantan berkokok ketika Reachy menatap Kanata dah dia tersenyum lembut.
0 komentar:
Poskan Komentar